Intensifkan Inspeksi Instalasi Jargas, Untuk Keamanan Pemakaian Gas Bumi
MEDAN, iNewsMedan.id - Guna memberikan pelayanan gas bumi yang aman, dan nyaman, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina melalui Area Medan terus memperkuat komitmennya yang diwujudkan melalui kegiatan inspeksi teknis dan sosialisasi keselamatan penggunaan gas bumi yang dilaksanakan secara langsung dari rumah ke rumah (door to door) di wilayah Kota Medan dan sekitarnya.
Ini merupakan langkah proaktif PGN Area Medan dalam memastikan kondisi instalasi gas bumi pelanggan tetap aman dan berfungsi dengan baik. Melalui kunjungan langsung, petugas melakukan pemeriksaan kondisi instalasi perpipaan, pengecekan potensi kebocoran gas, serta identifikasi dini terhadap kondisi teknis yang berpotensi memengaruhi keselamatan dan kenyamanan pelanggan.
Bahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi PGN untuk semakin dekat dengan pelanggan di area Medan yang mencapai lebih dari 17.000 pelanggan. PGN memberikan edukasi secara langsung mengenai penggunaan gas bumi yang aman, pentingnya menjaga kondisi instalasi, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila pelanggan menemukan indikasi kebocoran gas.
Area Head PGN Area Medan, Agus Kurniawan, menyampaikan, kegiatan inspeksi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk senantiasa mengutamakan keselamatan pelanggan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
“PGN senantiasa memastikan gas bumi tersalurkan dengan andal kepada pelanggan dan dapat memberikan rasa aman dan nyaman. Melalui kegiatan inspeksi langsung ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan pelanggan, mendengarkan kebutuhan mereka, sekaligus melakukan langkah pencegahan terhadap potensi risiko pada instalasi gas bumi,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, pihaknya mengerahkan petugas yang terbagi dalam sejumlah tim untuk melakukan kunjungan secara bertahap ke rumah pelanggan. Pemeriksaan diprioritaskan pada instalasi pelanggan yang telah digunakan dalam jangka waktu tertentu maupun yang memerlukan perhatian teknis lebih lanjut.
"Setiap hasil pemeriksaan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan. Dengan demikian, potensi gangguan dapat diidentifikasi lebih awal, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat," jelasnya.
Editor: Ismail