Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Rekor Baru! KAI Bandara Sumut Melayani 3,19 Juta Penumpang di 2026
Advertisement . Scroll to see content

Bisnis Sampah Sumut Naik Kelas, Sukses Pangkas 5.070 Ton Emisi CO2

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:56 WIB
  • author Jafar
Bisnis Sampah Sumut Naik Kelas, Sukses Pangkas 5.070 Ton Emisi CO2
Peserta dan penyelenggara foto bersama pada kegiatan Exhibition Day Program SULE-WM di Medan, Kamis (22/10/2026). Foto: Istimewa

Dengan hubungan kerja sama yang lebih kuat, pelaku usaha diharapkan dapat membangun rantai pasok dan pasar yang lebih stabil.

“Melalui rangkaian asesmen, pelatihan, pendampingan, dukungan pengembangan bisnis, dan penguatan jejaring, Program SULE-WM diharapkan mampu membantu usaha pengolahan sampah lokal tumbuh secara mandiri,” katanya.

Program SULE-WM merupakan inisiatif akselerasi bagi perusahaan dan entitas bisnis pengelolaan sampah terpilih dari lima wilayah di Indonesia, yakni Sumatera Utara, DKI Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali.

Program ini merupakan kolaborasi Yayasan Unilever Indonesia, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia, Ecoxyztem, dan Greeneration Foundation.

Melalui program tersebut, pelaku usaha pengelolaan sampah lokal didorong untuk memperkuat kapasitas bisnis melalui pendampingan para ahli dan penerapan model bisnis yang dapat berkembang serta menjawab kebutuhan industri pengelolaan sampah di Indonesia.

Secara keseluruhan, program ini telah berkontribusi pada pengumpulan lebih dari 3.000 ton sampah plastik dan menghasilkan penghematan emisi sebesar 5.070 ton CO2 ekuivalen.

Head of Sustainable Environment Unilever Indonesia Foundation, Maya Tamimi, mengatakan, di sisi lain, kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sampah membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif berbagai pihak, mulai dari hulu hingga hilir.

Keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas menjadi penting untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Melalui Exhibition Day, para pemangku kepentingan didorong untuk mengidentifikasi peluang kerja sama yang realistis, baik dalam peningkatan layanan, pemanfaatan pengetahuan dan teknologi, penguatan jaringan antarpelaku, maupun perluasan akses pasar,” katanya.

Kemitraan diharapkan tidak hanya berjalan selama program berlangsung, tetapi juga berlanjut melalui langkah konkret yang jelas dan sesuai dengan kapasitas masing-masing pihak.

Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada gerakan sukarela atau proyek jangka pendek, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut