Bisnis Sampah Sumut Naik Kelas, Sukses Pangkas 5.070 Ton Emisi CO2
MEDAN, iNewsMedan.id - Komitmen menyelamatkan lingkungan tak akan berdampak besar jika hanya tertuang dalam dokumen kerja sama. Kolaborasi sejati baru terasa dampaknya saat mampu meningkatkan mutu layanan, menata tata kelola material, dan memperluas jangkauan bisnis para pengelola sampah di lapangan.
Gagasan ini menjadi sorotan utama pada Exhibition Day bertema “Partnership to Impact: Ketika Kolaborasi Tidak Berhenti di Atas Kertas” yang berlangsung di Restoran Bumbu Nusantara, Jalan Gatot Subroto, Medan, Kamis (22/10/2026).
Lewat acara ini, rekam jejak sukses Program Scaling Up Local Enterprise on Waste Management (SULE-WM) di Sumatera Utara dipaparkan. Kegiatan tersebut mempertemukan jajaran pemerintah, akademisi, sektor swasta, hingga pelaku usaha sampah untuk memperkuat ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Qinthar Aghnia Audiawarman yang mewakili Ecoxyztem menjelaskan, Program SULE-WM dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha pengolahan sampah melalui pendampingan, pelatihan, serta pengembangan model bisnis.
Ecoxyztem berperan sebagai pelaksana program yang mengimplementasikan rancangan awal dari GIZ Jerman dan PT Unilever Indonesia agar program berjalan sesuai sasaran serta kebutuhan penerima manfaat.
Ia mengatakan, rangkaian Program SULE-WM dimulai pada Februari 2024. Setelah berjalan lebih dari dua tahun, program tersebut kini memasuki tahap akhir pelaksanaan.
Sebelum program dimulai, tim terlebih dahulu melakukan asesmen dengan mewawancarai calon penerima manfaat.
Hasil asesmen kemudian didiskusikan bersama tim kurikulum untuk menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Setelah diluncurkan pada Februari 2024, program dilanjutkan dengan tahap akselerasi berupa pelatihan untuk membekali penerima manfaat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan bisnis pengolahan sampah.
Selanjutnya, pada Juli 2025 hingga Juni 2026, penerima manfaat memasuki tahap pengembangan atau scale-up bisnis.
Dalam fase tersebut, penerima manfaat, termasuk Warama, memperoleh dukungan pendanaan untuk menjalankan berbagai aktivitas pengembangan usaha.
Editor: Jafar Sembiring