Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : TASPEN Goes to Campus, Ligwina Hananto Bagikan Cara Atur Gaji agar Tak Boncos
Advertisement . Scroll to see content

Inovasi Akademisi USU Bawa Aksara Batak ke Sistem Komunikasi Digital Dunia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:42 WIB
  • author Jafar
Inovasi Akademisi USU Bawa Aksara Batak ke Sistem Komunikasi Digital Dunia
Akademisi USU menghadiri forum ICANN87 di Nusa Dua, Bali, 17–22 Oktober 2026. Kehadiran mereka untuk mendorong integrasi Aksara Batak ke dalam sistem nama domain internet global. Foto: Istimewa

BALI, iNewsMedan.id - Dua akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) menghadiri forum internasional Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN87) yang berlangsung pada 17–22 Oktober 2026 di Nusa Dua, Bali.

Kedua akademisi USU tersebut yakni Dr. Pauzi Ibrahim Nainggolan, S.Komp., M.Sc., dosen Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) USU, dan Dr. Immanuel Silaban, S.S., M.Si., dosen Program Studi Sastra Batak Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU.

Keikutsertaan mereka dalam forum yang digelar di kawasan The Westin Resort Nusa Dua tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan Aksara Batak dalam sistem nama domain internet melalui pengembangan Label Generation Rules (LGR). Langkah ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dalam pengembangan Internationalized Domain Name (IDN) Aksara Nusantara.

Dr. Pauzi Ibrahim Nainggolan menjelaskan bahwa pengembangan LGR Aksara Batak merupakan inisiatif PANDI yang melibatkan tim akademisi USU dari berbagai disiplin ilmu. Tim tersebut diketuai oleh Wakil Rektor IV USU, Dr. Muhammad Anggia Muchtar, S.T., M.M.IT., dengan anggota Dr. Pauzi Ibrahim Nainggolan, S.Komp., M.Sc., Umaya Ramadhani Putri Nasution, S.TI., M.Kom., Dr. Immanuel Silaban, S.S., M.Si., dan Suendri, M.Kom.

"Penyusunan LGR Aksara Batak menjadi langkah penting untuk memungkinkan penggunaan karakter Aksara Batak dalam sistem penamaan domain internet sesuai standar teknis internasional," ungkap Pauzi dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026).

Pauzi menjelaskan, LGR merupakan seperangkat aturan yang menentukan karakter, kombinasi karakter, dan ketentuan teknis dalam pembentukan label nama domain menggunakan aksara tertentu. Dalam pengembangan Aksara Batak, aturan tersebut perlu memperhatikan kesesuaian karakter Unicode, struktur penulisan, serta kekhasan sistem aksara tradisional Batak.

"Dengan adanya standardisasi tersebut, Aksara Batak diharapkan tidak hanya digunakan dalam dokumentasi naskah kuno, pendidikan, dan penelitian kebahasaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam teknologi internet modern," sebut Pauzi.

Dalam rangkaian ICANN87, PANDI bersama para ahli aksara Nusantara mengikuti sejumlah agenda strategis, antara lain pertemuan teknis dengan ICANN pada 17–18 Oktober, pembahasan Universal Acceptance pada 19 Oktober, serta sesi Internationalized Domain Name pada 20 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut membahas pengembangan Second-Level Domain (SLD) untuk Aksara Sunda, Batak, dan Bugis, serta perkembangan implementasi aksara lokal dalam sistem internet global. Rangkaian ICANN87 juga mengagendakan peluncuran SLD Aksara Bali, Jawa, dan Pegon, sekaligus penyampaian perkembangan pengembangan domain untuk aksara Nusantara lainnya, termasuk Aksara Batak.

Kehadiran dua akademisi USU dalam forum internasional ini dinilai penting karena pengembangan domain berbasis aksara tradisional membutuhkan kolaborasi antara keahlian teknologi informasi dan kajian linguistik. Dari sisi teknologi, keterlibatan Fasilkom-TI USU berkaitan dengan sistem pengodean karakter, keamanan, dan kompatibilitas nama domain.

Sementara dari sisi kebahasaan, Pauzi mengungkapkan bahwa diperlukan kajian terhadap struktur, kaidah penulisan, serta variasi karakter Aksara Batak. Keterlibatan Program Studi Sastra Batak FIB USU memperlihatkan bahwa pelestarian bahasa dan aksara daerah dapat dilakukan melalui pengembangan teknologi digital, bukan semata-mata lewat penelitian dan dokumentasi budaya.

"Melalui kolaborasi ini, Aksara Batak memiliki peluang untuk memperoleh ruang penggunaan yang lebih luas dalam ekosistem internet internasional, sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Batak di tengah perkembangan teknologi informasi," tutur Pauzi.

Partisipasi USU dalam ICANN87 juga mencerminkan kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam mendukung upaya PANDI memperkenalkan aksara-aksara Nusantara kepada komunitas pengelola internet global.

"Pengembangan LGR Aksara Batak diharapkan menjadi salah satu langkah strategis menuju pemanfaatan aksara tradisional sebagai bagian dari identitas digital Indonesia," jelas Pauzi.

Dengan demikian, ia menambahkan bahwa warisan budaya Batak tidak hanya dapat dipertahankan sebagai peninggalan sejarah. "Namun, juga berpeluang berkembang dan digunakan dalam infrastruktur komunikasi digital dunia," tandasnya.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut