Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kopi Sinaok dan Keripik Dairi Tembus Pameran Nasional, UMKM Lokal Bidik Pasar Lebih Luas
Advertisement . Scroll to see content

DPM Goes to Campus, Mahasiswa ISTP Diajak Memahami Praktik Tambang yang Bertanggung Jawab

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59 WIB
  • author Ismail
DPM Goes to Campus, Mahasiswa ISTP Diajak Memahami Praktik Tambang yang Bertanggung Jawab
DPM Goes to Campus, Mahasiswa ISTP Diajak Memahami Praktik Tambang yang Bertanggung Jawab. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id – Pengelolaan tambang bawah tanah bukan hanya soal teknik penambangan, tetapi juga mencakup keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Hal ini menjadi pembahasan dalam kegiatan DPM Goes to Campus 2026 di Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP), Medan, Rabu, 21 Oktober 2026.

Mengusung tema “Memahami Pertambangan Bawah Tanah yang Bertanggung Jawab”, PT Dairi Prima Mineral (DPM) memperkenalkan praktik pertambangan yang baik kepada seratusan mahasiswa jurusan pertambangan dan kalangan akademisi ISTP Medan.

Chief Legal and External Relations Officer PT Dairi Prima Mineral, Radianto Arifin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi perusahaan untuk menjelaskan pengelolaan pertambangan sekaligus berdialog langsung dengan kalangan akademisi dan mahasiswa.

“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar agenda untuk memperkenalkan perusahaan. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan untuk membuka ruang dialog, bertukar pengetahuan, dan mendengarkan perspektif akademisi serta mahasiswa mengenai masa depan pertambangan di Indonesia,” kata Radianto.

Menurutnya, industri pertambangan berperan dalam mendukung pembangunan dan perekonomian nasional. Namun, aktivitas tersebut juga menuntut tanggung jawab besar dalam menjaga lingkungan, memastikan keselamatan kerja, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Keberhasilan sebuah perusahaan tambang tidak hanya diukur dari produksi. Keberhasilan juga harus dilihat dari bagaimana pertambangan dilakukan, bagaimana lingkungan dikelola, bagaimana keselamatan dijaga, dan bagaimana keberadaan perusahaan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Radianto menjelaskan, DPM menerapkan metode tambang bawah tanah dengan pendekatan yang dirancang untuk meminimalkan dampak terhadap permukaan. Perusahaan juga menggunakan konsep backfilling dalam pengelolaan material hasil kegiatan pertambangan sesuai persetujuan dan ketentuan yang berlaku.

Ia menambahkan, praktik pertambangan yang bertanggung jawab juga mencakup pengelolaan dan pemantauan lingkungan, keselamatan kerja, serta program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Meski demikian, Radianto menekankan bahwa komitmen perusahaan tidak cukup disampaikan dalam bentuk pernyataan, tetapi harus diwujudkan melalui pelaksanaan yang nyata dan dapat dievaluasi.

“Komitmen harus dibuktikan melalui tindakan, data, proses yang terukur, dan keterbukaan terhadap evaluasi,” katanya.

Radianto juga mempersilakan mahasiswa dan akademisi menyampaikan pertanyaan maupun kritik terkait praktik pertambangan. Menurutnya, pandangan kritis dari lingkungan kampus dapat menjadi masukan untuk perbaikan.

“Kami percaya bahwa pertanyaan kritis dari kampus justru dapat menjadi bagian dari proses perbaikan,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa dapat memahami pertambangan secara lebih luas, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga teknologi, lingkungan, keselamatan, sosial, ekonomi, dan tata kelola.

“Melalui DPM Goes to Campus, kami berharap hubungan antara dunia industri dan dunia akademik dapat semakin erat,” katanya.

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut