Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pelaku UMKM Dairi Belajar Strategi Bisnis di PRSU, Bidik Pasar yang Lebih Luas
Advertisement . Scroll to see content

Dari Dairi ke Guangzhou, Daniel Menemukan Pengalaman Baru di Negeri Orang

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:48 WIB
  • author ismail
Dari Dairi ke Guangzhou, Daniel Menemukan Pengalaman Baru di Negeri Orang
Daniel Fransiskus Simarmata, penerima Beasiswa PT DPM asal Dairi, saat menjalani perkuliahan di Guangdong Polytechnic of Industry and Commerce, China. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id- Pukul 06.00 waktu setempat, aktivitas mulai terasa di sebuah asrama mahasiswa di Guangzhou, China. Daniel Fransiskus Simarmata bersiap menjalani hari bersama lima mahasiswa asal Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, yang kini tinggal jauh dari kampung halaman.

Bagi Daniel, kehidupan di negeri orang menghadirkan banyak hal baru. Ia tidak hanya harus mengikuti perkuliahan, tetapi juga belajar mengatur kehidupan sehari-hari secara mandiri, mulai dari mengelola waktu dan uang saku hingga menyelesaikan tugas akademik.

Daniel merupakan penerima Beasiswa PT Dairi Prima Mineral (DPM) angkatan ketiga yang mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Guangdong Polytechnic of Industry and Commerce (GDPIC), China.

“Di Guangzhou, biasanya saya bangun di asrama, mandi, mempersiapkan diri untuk kelas. Kalau di Indonesia biasanya sarapan di rumah, sedangkan di China kami biasanya langsung ke kelas dengan berjalan kaki karena asrama masih di lingkungan kampus,” ujar Daniel.

Perbedaan suasana dengan Dairi juga membuat Daniel harus beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat setempat. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah penggunaan teknologi dalam aktivitas sehari-hari.

“Hal yang pertama kali menarik perhatian saya ketika tiba di Guangzhou adalah melihat orang-orang China, kemudian sistem pembayaran yang semuanya serba online,” katanya.

Terbiasa dengan Ritme Kuliah di China

Perkuliahan dimulai pukul 08.00. Daniel mengambil bidang Machinery Manufacturing and Automation yang memadukan teori dan praktik mengenai mesin, teknologi, otomasi serta proses manufaktur.

Menurutnya, kedisiplinan waktu menjadi salah satu perbedaan yang paling terasa selama mengikuti pendidikan di China.

“Semua serba tepat waktu. Liburnya juga tergolong lebih sedikit dibanding Indonesia. Bahkan ada hari Minggu yang digunakan sebagai hari belajar untuk mengganti hari libur sebelumnya,” ungkapnya.

Selain mengikuti jadwal kuliah yang padat, Daniel juga berusaha menguasai bahasa Mandarin. Kemampuan tersebut penting karena bahasa Mandarin digunakan dalam berbagai aktivitas, termasuk ketika berkomunikasi dengan masyarakat setempat.

Ia pernah mengalami kejadian lucu ketika seorang warga China bertanya arah jalan di lingkungan kampus. Karena belum memahami bahasa Mandarin dengan baik, Daniel hanya bisa terdiam.

Pengalaman tersebut justru membuatnya semakin terdorong untuk mempelajari bahasa Mandarin sedikit demi sedikit.

Ayam Goreng Bumbu yang Dirindukan

Meski mulai terbiasa dengan kehidupan di Guangzhou, kerinduan terhadap rumah tetap ada. Salah satu yang paling dirindukan Daniel adalah masakan ibunya.

“Kami selalu rindu masakan rumah, terutama masakan mama. Saya kangen semua masakan mamak, terutama ayam goreng bumbu,” katanya.

Di luar jam kuliah, Daniel dan teman-temannya sesekali berkumpul bersama mahasiswa Indonesia maupun mahasiswa China. Mereka makan malam, bernyanyi atau sekadar mengobrol untuk melepas penat.

Malam hari biasanya kembali digunakan untuk mengerjakan tugas dan mempersiapkan materi perkuliahan.

Komunikasi dengan keluarga menjadi pengobat rindu bagi Daniel. Pertanyaan sederhana dari orang tua tentang kondisi dan perkuliahannya terasa berbeda ketika disampaikan dari jarak ribuan kilometer.

“Ada rasa rindu karena jaraknya jauh, sedih karena tidak akan berjumpa selama tiga tahun, tetapi juga senang karena masih bisa berkomunikasi dan menceritakan pengalaman baru di China,” ujar Daniel.

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut