17 Siswa SD di Medan Muntah Usai Santap MBG, SPPG Ditutup Sementara
MEDAN, iNewsMedan.id — Sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, mengalami muntah-muntah setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (9/10/2026). Para siswa dibawa ke Rumah Sakit Imelda untuk mendapatkan perawatan.
Siti Nurzanah (33), salah seorang wali siswa, mengatakan dirinya mengetahui kejadian itu ketika mengantar anak keduanya ke sekolah sekitar pukul 10.05 WIB. Saat itu, ia melihat sejumlah guru panik dan beberapa siswa muntah-muntah.
“Saya tahunya waktu saya antar anak saya yang nomor dua sekolah jam 10.05 WIB. Saya lihat guru kok panik. Terus saya lihat siswa lain ada yang muntah-muntah,” kata Siti, Jumat (9/10/2026).
Siti kemudian mendapat informasi bahwa anak sulungnya termasuk di antara siswa yang dibawa ke rumah sakit. Pihak sekolah bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengantarkan para siswa untuk mendapatkan perawatan.
Menurut Siti, kondisi anaknya berangsur membaik setelah menjalani perawatan. Sebelumnya, anaknya mengalami mual berulang kali dan sakit perut.
“Sekarang sudah mulai membaik anak saya. Mulanya dia terus mual, perutnya sakit. Bolak-balik mual itu,” ujarnya.
Siti mengaku belum mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Namun, ia mendapat informasi bahwa susu dalam paket MBG diduga bermasalah karena menggumpal.
“Katanya dari susu. Susunya ada yang kurang bagus katanya. Basinya enggak tahu, cuma dia menggumpal. Gumpal-gumpalan kayak santan itu. Anak saya sudah minum, makanya saya panik tadi,” katanya.
Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin F. Razi bersama jajaran dinas terkait mendatangi Rumah Sakit Imelda untuk melihat kondisi para siswa.
Erfin mengatakan penyebab kejadian tersebut masih diperiksa. Para siswa juga masih menjalani observasi medis.
“Penyebabnya masih dalam tahap pemeriksaan. Ini masih observasi. Kami tadi memastikan dan melihat bagaimana kondisi anak-anak kita tadi yang indikasinya ada muntah-muntah, langsung responsnya dibawa ke rumah sakit,” kata Erfin.
Ia mengatakan gejala yang dialami para siswa diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi. Namun, penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan.
Menu MBG yang disajikan kepada siswa terdiri atas nasi putih, telur semur, susu, tumis kacang panjang dan terong hijau, serta buah salak.
Erfin mengatakan Pemerintah Kota Medan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan investigasi dan uji laboratorium.
Ia juga meminta SPPG memastikan pelaksanaan program sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP).
Kepala BGN Sumatera Utara Yoga Arizanto membenarkan kejadian yang menimpa siswa SDN 060870 tersebut. Ia mengatakan pihaknya sedang melakukan observasi terhadap menu MBG yang disalurkan ke sekolah.
“Kalau tidak salah tadi menunya telur,” ujar Yoga.
Berdasarkan data yang dihimpun, menu yang disajikan terdiri atas nasi putih, telur semur, susu, tumis kacang panjang dan terong hijau, serta buah salak.
Yoga mengatakan SPPG yang memasok makanan tersebut telah ditutup sementara.
“Sudah (SPPG ditutup),” katanya.
Sementara itu, penyebab pasti 17 siswa mengalami muntah-muntah masih dalam pemeriksaan.
Editor: Jafar Sembiring