Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dari Ubi Jadi Cuan, 35 Perempuan Suka Raya Kembangkan Usaha Opak
Advertisement . Scroll to see content

Listrik Makin Merata, 106 Lokasi Pelosok Sumut Masuk Program Lisdes 2026

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19 WIB
  • author Ismail
Listrik Makin Merata, 106 Lokasi Pelosok Sumut Masuk Program Lisdes 2026
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Rizky Mochamad, menyampaikan kesiapan PLN dalam mendukung pembangunan infrastruktur Lisdes serta pentingnya sinergi dari pemerintah daerah. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id-  Akses listrik di sejumlah wilayah pelosok Sumatera Utara terus diperluas. Pada 2026, sebanyak 106 lokasi di 23 kabupaten/kota masuk dalam program Listrik Perdesaan (Lisdes), dengan perhatian khusus pada wilayah yang masih menghadapi kendala geografis dan akses jaringan.

Dari 106 lokasi tersebut, sekitar 44 persen atau 47 lokasi berada di Kepulauan Nias dan Mandailing Natal. Penyediaan listrik dilakukan melalui perluasan jaringan distribusi, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal, serta PLTS Individual.

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, S.T., M.T., M.Sc., mengatakan rasio elektrifikasi Sumatera Utara saat ini telah mencapai 99,86 persen. Namun, penyelesaian akses listrik di wilayah yang belum terjangkau tetap menjadi perhatian untuk mencapai target rasio elektrifikasi 100 persen pada 2029.

“Untuk tahun 2026, terdapat 106 lokasi jaringan Lisdes di Sumatera Utara yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Sekitar 44% atau 47 lokasi di antaranya berada di wilayah Kepulauan Nias dan Mandailing Natal. Kementerian ESDM menerapkan tiga strategi utama, yaitu perluasan jaringan distribusi, pembangunan PLTS Komunal, dan PLTS Individual,” ujar Feby.

Pilihan teknologi tersebut memungkinkan penyediaan listrik disesuaikan dengan kondisi wilayah. Bagi daerah yang sulit dijangkau jaringan listrik, PLTS menjadi salah satu alternatif untuk membuka akses energi tanpa sepenuhnya bergantung pada perluasan jaringan konvensional.

Untuk mempercepat realisasi, kesiapan lahan, akses menuju lokasi, kejelasan koordinat, serta penyelesaian perizinan menjadi sejumlah hal yang perlu dituntaskan pemerintah daerah. Termasuk izin pemanfaatan kawasan hutan dan sosialisasi Right of Way (ROW) atau hak lintasan jaringan listrik kepada masyarakat.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Rizky Mochamad, menyatakan PLN siap mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan di lokasi yang masuk program tersebut. Menurutnya, kesiapan di lapangan akan menentukan seberapa cepat masyarakat dapat menikmati manfaat program Lisdes.

“Ukuran keberhasilan program listrik desa bukan sekadar berapa banyak tiang dan jaringan yang terbangun, tetapi berapa banyak masyarakat yang akhirnya dapat menikmati listrik dan merasakan manfaat nyatanya. Kami membutuhkan sinergi dan dukungan pemda untuk fasilitasi lahan, perizinan, serta koordinasi sosial,” ujar Rizky.

Kehadiran listrik di wilayah yang selama ini belum terjangkau diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan penerangan rumah tangga. Akses energi juga dapat mendukung kegiatan ekonomi produktif, aktivitas pendidikan, hingga pelayanan publik di desa.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, mengatakan koordinasi lintas instansi diperlukan agar berbagai kendala administrasi maupun kondisi geografis dapat diselesaikan sesuai ketentuan.

Timur mengungkapkan terdapat 117 usulan lokasi program Lisdes yang masuk ke Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara. Dari jumlah tersebut, 47 lokasi berada di lima kabupaten prioritas, yakni Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, dan Mandailing Natal.

Ia mendorong pemangku kepentingan memanfaatkan sesi coaching clinic selama kegiatan untuk membahas sekaligus menuntaskan berbagai hambatan perizinan, sehingga penyediaan listrik di lokasi yang diusulkan dapat direalisasikan pada 2027.

Dengan rasio elektrifikasi yang telah mencapai 99,86 persen, pekerjaan berikutnya adalah memastikan masyarakat di wilayah yang tersisa tidak tertinggal dalam menikmati akses energi. Perluasan listrik ke pelosok diharapkan ikut membuka ruang bagi aktivitas ekonomi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di daerah.

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut