Rayakan Kemenangan Timnas, Tawuran Pecah di Dr Mansyur, 8 Anggota Geng Motor Diciduk
MEDAN, iNewsMedan.id — Euforia warga Medan merayakan kemenangan Timnas Indonesia pada Senin malam 5 Oktober 2026 berujung tawuran berdarah. Delapan orang yang diduga anggota geng motor diamankan polisi setelah terlibat aksi tawuran menggunakan senjata tajam di Jalan Dr Mansyur, Medan Sunggal, Selasa dinihari 6 Oktober 2026.
Tim JCS Polrestabes Medan bergerak setelah mendapat informasi adanya aksi tawuran di depan Raz Hotel and Convention. Sekitar pukul 01.20 WIB, polisi mulai memburu para pelaku hingga satu per satu berhasil diamankan.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Rizky Lubis, mengatakan polisi mengamankan sejumlah anggota geng motor yang diduga terlibat tawuran menggunakan senjata tajam.
"Tim mengamankan beberapa anggota geng motor yang melakukan aksi tawuran menggunakan senjata tajam di Jalan Dr Mansyur," ujar Adrian, Kamis 8 Oktober 2026.
Delapan orang yang diamankan masing-masing ANZ (15), RSP (17), AK (20), FMG (16), SP (20), DT (18), JOH (18), dan EYS (19). Sebagian besar masih berstatus pelajar atau mahasiswa.
Dari penangkapan tersebut, polisi menyita tiga celurit, satu helm hitam, empat kunci sepeda motor, sejumlah telepon seluler serta empat sepeda motor.
Penangkapan bermula dari ANZ yang diciduk di rumahnya di kawasan Jalan Jati, Gang Kutilang I. Polisi menemukan satu celurit yang disimpan di atas lemari.
Pengembangan kemudian mengarah kepada RSP dan AK yang diamankan dari kediaman masing-masing di Perumahan Rorinata Residence.
Polisi kembali menangkap FMG dan SP. Dari pengembangan ini, petugas menemukan senjata tajam lainnya di sebuah rumah kosong di kawasan tersebut.
Satu senjata tajam lainnya ditemukan di bawah kasur sebuah rumah milik pria berinisial Y. Namun, Y belum ditemukan dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).
Sementara DT, JOH dan EYS diamankan dari kediaman masing-masing.
Empat sepeda motor yang disita polisi masing-masing Yamaha Aerox BK 6410 ANO, Honda Scoopy BK 4557 ALA, Yamaha Lexi 155 tanpa nomor polisi dan Honda CRF 150 tanpa nomor polisi.
Hasil pemeriksaan awal, kelompok tersebut mengaku bernama SAVADOR 424 MEDAN. Kelompok ini disebut memiliki titik kumpul di kawasan Jalan Tanjung Selamat, tepatnya di sekitar area persawahan.
Polisi masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan, termasuk keterlibatan mereka dalam tawuran dan kepemilikan senjata tajam.
Adrian menegaskan polisi akan terus menindak kelompok-kelompok yang melakukan tawuran dan membawa senjata tajam karena dinilai mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polrestabes Medan.
Editor: Ismail