Dari Meja Kerja hingga Baitullah, Kisah 1.200 Karyawan Wujudkan Mimpi
Sementara itu, Human Capital Development Division Head JNE, Fikri Al Haq Fachryana, mengatakan perjalanan tersebut tidak semata-mata diposisikan sebagai penghargaan bagi karyawan.
Menurutnya, umrah juga diharapkan menjadi momentum pembinaan diri agar para peserta memiliki arah hidup yang lebih baik dan membawa nilai-nilai tersebut ke keluarga, lingkungan kerja maupun masyarakat.
“Program Umrah dan Perjalanan Spiritual ini bukan sekadar reward atau bentuk apresiasi. Umrah sebagai kurikulum terbaik dari Allah adalah instrumen pembinaan internal,” kata Fikri.
Selain karyawan, kesempatan ke Tanah Suci tahun ini juga dirasakan sejumlah pemenang JNE Content Competition 2026 dan program JNE Loyalty Card (JLC).
Idris Prasetyawan, pemenang Best of The Best kategori Foto Jurnalis Media asal Makassar, mengaku tidak menyangka impiannya untuk berkunjung ke Baitullah akhirnya terwujud. Ia dijadwalkan berangkat pada awal Desember 2026.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada JNE. Bisa berkunjung ke Baitullah adalah impian terbesar saya yang akhirnya diijabah Allah SWT melalui perantara JNE,” katanya.
Hal serupa disampaikan Utomo Priyambodo, pemenang Best of The Best kategori Writing Jurnalis Media asal Depok.
“Kesempatan menunaikan ibadah Umrah dari JNE adalah anugerah luar biasa yang memberikan pengalaman spiritual mendalam. Semoga JNE terus melangkah maju dan membawa inspirasi kebaikan bagi sesama,” ujarnya.
Sementara Golbi Tranado, anggota JNE Loyalty Card (JLC) dengan transaksi tertinggi dan peraih JLC Race 2025, menyebut kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang tidak pernah dibayangkannya.
“Berawal dari setiap resi pengiriman bersama JNE, siapa sangka berbuah panggilan ke Tanah Suci. Menerima rezeki umrah dari program JLC JNE adalah momen paling mengharukan dalam perjalanan usaha kami,” kata Golbi.
Bagi para peserta, perjalanan tersebut bukan sekadar keberangkatan menuju Tanah Suci. Setelah bertahun-tahun bekerja dan melewati berbagai rutinitas, mereka akhirnya mendapat kesempatan memenuhi salah satu impian terbesar dalam hidup: berdiri di hadapan Ka’bah dan menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Editor: Ismail