1,5 Miliar Serangan Siber Terjadi, Indonesia Butuh White Hat Hacker
Selain itu, Royke menambahkan bahwa penyelenggaraan HIDC 2026 di Balige bertujuan agar distribusi talenta keamanan siber tidak hanya berpusat di Pulau Jawa.
“Semoga ke depan pasar global tidak lagi mencari talenta teknologi informasi ke India, melainkan ke Indonesia,” tegas Royke.
Pemilihan IT Del sebagai lokasi puncak perlombaan bertujuan untuk mendorong lahirnya talenta-talenta muda dari daerah, mengingat IT Del memiliki fokus studi pada bidang kecerdasan artifisial. Langkah ini diperkuat melalui penandatanganan kerja sama riset, inovasi, dan program magang antara IT Del dan Spentera Group.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menghubungkan riset dan pengembangan kapasitas akademik dengan kebutuhan industri. Sebelumnya, Spentera juga telah menjalin kerja sama riset keamanan siber bersama Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Rektor IT Del, Prof. Dr. Arnaldo Marulitua Sinaga, menyampaikan bahwa kolaborasi antara dunia akademis dan industri membantu mahasiswa memahami tantangan keamanan teknologi yang nyata di dunia kerja.
“Upaya kita adalah membentuk talenta-talenta keamanan siber. Kita melihat pentingnya aspek keamanan dalam bidang teknologi. IT Del ingin berkontribusi aktif di bidang tersebut,” kata Arnaldo.
Melalui kompetisi tahunan HIDC, Spentera berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni profesi keamanan siber. Perusahaan ini juga sedang menyiapkan program sertifikasi untuk membantu para talenta mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri global.
Editor: Jafar Sembiring