Wabah DBD di Tengah Pemulihan Bencana Tapteng: 590 Kasus, Lima Orang Penyintas Meninggal
Kasus ini bermula dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng. Dalam rilisnya diperoleh pada Selasa, 15 September 2026 menunjukkan 590 kasus DBD selama periode tersebut. Wabah ini mulai meningkat sejak awal tahun dan mencapai titik tertinggi pada Mei dengan 146 kasus.
Pada Januari tercatat 32 kasus dengan satu kematian. Jumlah itu meningkat menjadi 43 kasus pada Februari, 66 kasus pada Maret, dan 109 kasus pada April. Dua pasien meninggal pada April.
Kasus kemudian mencapai 146 orang pada Mei, sebelum turun menjadi 75 kasus pada Juni dan 67 kasus pada Juli. Satu pasien meninggal pada Juli. Pada Agustus, terdapat 52 kasus tanpa kematian.
Secara keseluruhan, lima kematian tercatat pada Januari, Maret, April dan Juli. Tidak ada pasien yang meninggal pada Februari, Mei, Juni dan Agustus.
Sekretaris BPBD Tapteng, Tanti Harahap, mengatakan Jika diakumulasikan dari lima pasien yang meninggal dunia, angkanya mencapai sekitar 0,9 persen.
Data ini juga sedang disesuaikan dengan milik Dinkes Tapteng. "Sedang disesuaikan dengan Dinkes Tapteng agar akurat," Tanti kepada iNewsMedan.id lewat sambungan telepon.
Editor: Jafar Sembiring