Armada Pengiriman Disulap Jadi Galeri Seni Berjalan, Muklay Bawa Warna Pop Art ke Jalanan
MEDAN, iNewsMedan.id- Armada pengiriman yang selama ini identik dengan aktivitas logistik kini tampil berbeda. Kendaraan pengiriman JNE disulap menjadi galeri seni berjalan melalui kolaborasi dengan visual artist Indonesia, Muchlis Fachri atau yang dikenal sebagai Muklay.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut ulang tahun ke-36 JNE yang jatuh pada 26 November 2026. Muklay menuangkan karakter visualnya yang ekspresif, penuh warna dan bernuansa pop art ke sejumlah armada yang setiap hari bergerak di berbagai wilayah.
Karya tersebut tidak sekadar menampilkan warna dan karakter khas Muklay. Visual yang dibuat juga menggambarkan dinamika perjalanan pengiriman, aktivitas kurir, serta interaksi kendaraan dengan masyarakat di jalan.
Muklay mengatakan, armada pengiriman merupakan media yang menarik karena setiap hari bergerak dan dapat dilihat langsung oleh banyak orang.
“Senang sekali bisa berkolaborasi dengan JNE yang sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Lewat karakter dan warna-warna cerah khas saya, semoga visual di armada JNE ini bisa membawa senyuman, keceriaan, dan energi positif bagi siapa pun yang melihatnya di jalan,” ujarnya.
SVP Marketing Group Head JNE Eri Palgunadi mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas seniman Indonesia sekaligus upaya menghadirkan karya seni yang dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas.
Menurutnya, perjalanan perusahaan selama 36 tahun tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pengiriman, tetapi juga bagaimana membangun konektivitas dengan masyarakat.
Kolaborasi dengan Muklay mengusung tema “Melesat Hebat”, yang menjadi tema perayaan ulang tahun ke-36 JNE. Tema tersebut menggambarkan semangat perusahaan menghadapi perubahan dan perkembangan zaman.
Selain menjadi bagian dari perayaan ulang tahun, penggunaan armada sebagai media seni menunjukkan bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan karya kreatif dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Editor: Ismail