Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : PAG Kembangkan Bisnis LNG Arun untuk Pasar Regional
Advertisement . Scroll to see content

Gas Bumi Pangkas Biaya Transportasi dan Usaha

Rabu, 09 September 2026 | 07:48 WIB
  • author Isnaini Kharisma
Gas Bumi Pangkas Biaya Transportasi dan Usaha
Pemanfaatan Gas Bumi Jadi Efisiensi Untuk Transportasi dan Usaha. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Penggunaan gas bumi mulai menjadi pilihan untuk menekan biaya operasional di sektor transportasi dan usaha. Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu alasan pengguna kendaraan berbahan bakar gas (BBG) dan pelaku usaha memanfaatkan energi tersebut.

Gambaran penghematan itu terlihat dalam rangkaian City Gas Tour 2026 yang digelar 4-13 September 2026 di Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, dan Bojonegoro, Jawa Timur.

Salah satu pengguna BBG yang merasakan dampaknya adalah Muslihudin, pengemudi bajaj yang telah menggunakan BBG sejak 2014. Dengan aktivitas berkendara dari pagi hingga malam, penggunaan BBG membantu menekan pengeluaran bahan bakar.

Penghematan juga dirasakan pengemudi taksi online yang melayani rute bandara. Tingginya jarak tempuh setiap hari membuat konsumsi bahan bakar menjadi salah satu komponen biaya utama. Dengan menggunakan BBG, pengemudi tersebut mengklaim dapat menghemat biaya bahan bakar hingga sekitar Rp5 juta per bulan.

Efisiensi tidak hanya terlihat pada kendaraan. Food truck yang menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) juga menjadi contoh pemanfaatan gas bumi untuk kegiatan usaha. Energi tersebut digunakan sekaligus untuk menggerakkan kendaraan dan memasak.

Direktur Operasi PGN Solution Agoeng Pratomo Noegroho mengatakan penggunaan CNG pada food truck dapat memangkas biaya bahan bakar kendaraan sekitar 40 persen. Sementara untuk kebutuhan kompor, penghematannya dapat mencapai 60 persen.

“Penggunaan CNG sebagai bahan bakar food truck dapat memberikan efisiensi sekitar 40 persen. Sementara untuk kebutuhan bahan bakar kompor food truck, bisa hemat hingga 60 persen,” jelas Agoeng.

Efisiensi biaya tersebut menjadi semakin relevan bagi pelaku usaha yang menghadapi kebutuhan bahan bakar secara rutin. Penggunaan satu sumber energi untuk kendaraan sekaligus kegiatan produksi juga dapat mengurangi komponen biaya operasional.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta mengatakan pemanfaatan gas bumi saat ini tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mencakup sektor usaha dan transportasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman kepada masyarakat bahwa gas bumi bisa dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan rumah tangga, usaha maupun transportasi. Saat ini, layanan gas bumi PGN telah tersedia di 78 kota/kabupaten di Indonesia. Kami juga terus mengembangkan infrastruktur dan ekosistem gas bumi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas,” jelas Hery, Selasa (8/9/2026).

Di sektor transportasi, pengembangan penggunaan BBG juga diikuti dengan penyediaan layanan pendukung. Salah satunya bengkel keliling BBG yang melayani perawatan kendaraan dan uji emisi.

Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia Santaji Gunawan mengatakan layanan tersebut ditujukan untuk membantu pengguna kendaraan BBG ketika menghadapi kendala teknis.

“Bengkel keliling BBG merupakan salah satu bentuk layanan bagi pengguna kendaraan BBG, khususnya saat membutuhkan bantuan terkait kendala mekanik. Layanan ini juga dilengkapi dengan peralatan lengkap serta dapat mendukung kebutuhan uji emisi kendaraan BBG,” ujar Santaji.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gagas bersama CSR PGN juga memberikan bantuan konversi BBG secara gratis kepada 75 taksi online. Langkah ini sekaligus memperluas jumlah kendaraan yang menggunakan BBG.

Dari sisi ekonomi, penggunaan BBG dan CNG berpotensi memberikan ruang penghematan bagi sektor yang memiliki konsumsi bahan bakar tinggi. Pengemudi dengan jarak tempuh panjang maupun usaha yang membutuhkan energi untuk operasional harian menjadi kelompok yang paling langsung merasakan dampaknya.

PGN mencatat layanan gas bumi saat ini telah tersedia di 78 kota/kabupaten. Perluasan infrastruktur dan pengguna menjadi faktor penting agar efisiensi tersebut dapat diterapkan lebih luas, terutama pada sektor transportasi dan kegiatan usaha.

Editor: Ismail

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut