Bolehkah Shalat Isya Dulu Baru Maghrib? Ini Penjelasan Hukum dan Tata Caranya Menurut Syaikh Bin Baz
MEDAN, iNewsMedan.id - Apakah seseorang diperbolehkan melaksanakan shalat Isya terlebih dahulu baru kemudian shalat Maghrib? Atau shalat Ashar dahulu sebelum Dzuhur? Secara umum, para ulama sepakat (ijma') bahwa menertibkan urutan shalat fardhu hukumnya wajib. Shalat yang lebih awal harus dikerjakan terlebih dahulu sebelum shalat berikutnya.
Namun, bagaimana jika seseorang dihadapkan pada kondisi terlambat atau sedang dalam perjalanan (safar)? Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah memberikan penjelasan hukum dan panduan praktis untuk dua kasus yang sering terjadi di tengah masyarakat berikut ini.
Seorang Muslim belum melaksanakan shalat Maghrib hingga waktu Isya tiba. Saat sampai di masjid, ia mendapati imam dan jamaah sedang melaksanakan shalat Isya, dan rakaat telah berjalan. Bolehkah ia langsung ikut jamaah Isya, lalu mengerjakan Maghrib belakangan?
Syaikh Bin Baz menjelaskan bahwa urutan shalat tetap harus didahulukan yang awal (Maghrib), tetapi ia tetap disyariatkan untuk bergabung dalam jamaah Isya tersebut dengan niat shalat Maghrib.
فالمشروع لك، وأمثالك إذا جئت والإمام في الصلاة -صلاة العشاء- وأنت لم تصل المغرب أن تدخل معهم بنية المغرب، ولا حرج في ذلك في أصح قولي العلماء.
"Yang disyariatkan bagi Anda dan orang-orang yang mengalami keadaan serupa adalah apabila Anda datang sementara imam sedang mengerjakan salat Isya, sedangkan Anda belum melaksanakan salat Magrib, maka hendaknya Anda ikut berjamaah bersama mereka dengan niat salat Magrib. Hal ini tidak mengapa menurut pendapat yang paling kuat di kalangan para ulama."
Adapun tata cara pelaksanaannya dibedakan berdasarkan waktu bergabungnya makmum:
1. Jika Bergabung pada Rakaat Kedua Imam:
فإذا كان قد صلى واحدة نويت المغرب، وصليت معهم الثلاث، وتكفيك عن المغرب، وتسلم معهم...
"Apabila imam telah mengerjakan satu rakaat, maka Anda berniat salat Magrib dan ikut salat bersama mereka hingga tiga rakaat. Tiga rakaat tersebut sudah mencukupi sebagai salat Magrib Anda, kemudian Anda salam bersama imam."
2. Jika Bergabung Sejak Rakaat Pertama Imam:
وإن كنت في أول الصلاة، جئتهم وهم في أول الصلاة، دخلت معهم، وإذا فرغت من الركعة الثالثة؛ جلست تنتظر الإمام حتى يسلم، ثم تسلم معه، وتكفيك عن المغرب، ثم تصلي العشاء بعد ذلك وحدك إن لم يتيسر جماعة أخرى، هذا هو المشروع لك ولأمثالك.
"Namun apabila Anda datang ketika imam baru memulai salat, maka ikutlah berjamaah bersama mereka. Setelah Anda menyelesaikan rakaat ketiga, Anda tetap duduk menunggu imam hingga imam mengucapkan salam. Setelah imam salam, Anda pun ikut salam bersamanya. Dengan demikian salat Magrib Anda telah sempurna. Setelah itu, Anda melaksanakan salat Isya sendirian apabila tidak mendapatkan jamaah lain. Inilah tata cara yang disyariatkan bagi Anda dan orang-orang yang mengalami keadaan serupa."
Dua orang melakukan perjalanan menuju Riyadh dan berniat melakukan jamak ta'khir untuk shalat Maghrib di waktu Isya. Setibanya di tujuan saat adzan Isya berkumandang, salah seorang di antara mereka mengajak langsung mendirikan shalat Isya berjamaah bersama imam masjid setempat, sedangkan shalat Maghrib direncanakan dikerjakan belakangan setelah Isya.
Apakah tindakan mendahulukan Isya ketimbang Maghrib dalam kondisi ini dibenarkan?
Syaikh Bin Baz tegas menyatakan bahwa tindakan tersebut keliru. Shalat Maghrib harus tetap didahulukan, dan shalat Isya yang terlanjur dikerjakan sebelum Maghrib dinyatakan tidak sah sehingga wajib diulang (qadha).
فالواجب أن يبدأ بالمغرب، ثم بعد ذلك يدخل معهم في صلاة العشاء، فقد أصبت وهو عليه القضاء، عليه أن يعيد العشاء؛ فإنه صلاها قبل المغرب، والله أوجب أن تصلى العشاء بعد المغرب، فعليه أن يعيد العشاء؛ لأنه صلاها في غير وقتها، وقتها بعد المغرب،
"Wajib baginya shalat maghrib dulu, lalu ikut berjamaah bersama mereka (yg berjamaah di masjid) shalat Isya'. Engkau sudah benar, dan temanmu Wajib mengqadha'. Wajib baginya mengulang shalat Isya', karena ia shalat Isya' sebelumnya shalat Maghrib. Dan Allah mewajibkan shalat isya' dilakukan setelah shalat Maghrib. Maka wajib bagi temanmu mengulang shalat, karena ia melakukan shalat isya' sebelumnya waktunya, karena waktunya adalah setelah shalat Maghrib."
Menjaga urutan shalat fardhu (tertib) adalah kewajiban yang tidak boleh digugurkan. Apabila berada dalam situasi jamaah shalat berikutnya sudah dimulai, solusi yang syar'i bukanlah mendahulukan shalat yang akhir, melainkan masuk ke dalam jamaah dengan niat shalat yang belum dikerjakan terlebih dahulu. Indahnya Islam.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar