5 Pesan Wamen Stella Christie untuk Mahasiswa Universitas STB: Berani Gagal hingga Jangan Lupa Asal
Sofyan Tan: Pendidikan Harus Mengubah Kehidupan
Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YP SIM) yang juga Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan mengatakan, pesan Stella sejalan dengan tujuan pendidikan yang selama ini dibangun melalui yayasan yang didirikannya.
Sofyan mengatakan, gagasan mendirikan lembaga pendidikan berangkat dari pengalaman hidupnya sendiri. Ia lahir dari keluarga kurang mampu di Sunggal dan melihat pendidikan sebagai salah satu jalan untuk memutus rantai kemiskinan.
“Banyak orang miskin yang tidak sekolah, tidak mampu melanjutkan sekolah sehingga tetap dalam kondisi miskin. Cita-cita saya itu adalah bagaimana mengangkat agar kehidupan keluarga itu menjadi lebih baik karena pendidikannya menjadi lebih baik,” kata Sofyan.
Dari pemikiran tersebut, Sofyan mendirikan Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda sekitar 39 tahun lalu. Ia mengingat masa awal ketika sekolah yang dibangun hanya memiliki tujuh ruang kelas dengan 17 siswa.
Kini, lembaga pendidikan tersebut telah berkembang hingga menaungi jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, perguruan tinggi dan klinik. Sofyan mengatakan jumlah siswa dan mahasiswa yang berada di lingkungan yayasan saat ini telah mencapai sekitar 12 ribu orang, dengan sekitar 550 tenaga pendidik.
Menurutnya, perkembangan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas lulusan.
“Semakin besar, harus semakin hebat prestasi yang diraih. Cita-cita saya di sini adalah setiap lulusan Sultan Iskandar Muda, nantinya lulusan dari Satya Terra Bhinneka, adalah orang-orang yang nanti memiliki kompetensi, memiliki kemampuan, memiliki masa depan yang baik, sehingga mampu membangun Indonesia yang subur ini,” ujarnya.
Sofyan mengatakan Universitas STB dikembangkan dengan program studi yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masa depan, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, teknologi, bisnis hingga pengelolaan hutan.
Ia mencontohkan bidang pertanian yang menurutnya penting bagi Indonesia sebagai negara agraris. Karena itu, STB memiliki program studi Agribisnis dan Agroteknologi. Di sisi lain, kebutuhan terhadap teknologi dijawab melalui Informatika dan Bisnis Digital, sedangkan kewirausahaan diarahkan untuk membekali mahasiswa agar mampu menciptakan peluang ekonomi.
Namun, menurut Sofyan, pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan. Karena itu, Manajemen Hutan juga menjadi salah satu bidang yang dikembangkan.
“Kita boleh jadi kaya, kita boleh menjadi makmur, tetapi hutan tetap terpelihara. Itulah makna Satya Terra Bhinneka: setia kepada bumi agar bumi yang beraneka ragam ini bisa tumbuh berkelanjutan,” katanya.
Sofyan juga berharap mahasiswa tidak melihat pendidikan hanya sebagai jalan untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi sebagai bekal untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi diri sendiri dan masyarakat.
Editor: Ismail