Dua Bulan Menanti Keadilan, Sang Istri Bawa Misteri Kematian Luis di Perkebunan Sawit ke Mabes Polri
MEDAN, iNewsMedan.id - Berjalan mengapit foto almarhum suaminya, Luis David Hutabarat, Desi Natalia Nainggolan menapakkan kaki di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta, Rabu (26/8/2026). Dua bulan berlalu sejak kematian tragis Luis di area perkebunan kelapa sawit PT Agrinas Palma Nusantara (APN), Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara (Sumut), pencarian keadilan keluarga korban kini resmi menembus tingkat nasional.
Didampingi Tim Advokasi Rakyat Melawan Impunitas (ARMI) yang terdiri dari LBH Medan, PBHI, dan BAKUMSU serta Doni Romadan (buruh tani korban selamat), Desi mendesak Mabes Polri mengambil alih dan mengusut tuntas misteri kematian suaminya.
"Kami ingin penanganan perkara tidak boleh berhenti pada orang-orang yang diduga melakukan kekerasan di lapangan saja," tegas Kepala Operasional KontraS Sumut, Adinda Zahra Novianti, Minggu (30/8/2026).
Peristiwa kelam ini bermula pada 16 Juni 2026. Luis, seorang penimbang buah sawit asal Desa Sukarame Baru, bersama tiga rekannya Jhoni, Doni Romadan, dan Sutomi dalam perjalanan pulang usai membersihkan lahan keluarga di Dusun Lubuk Pinang.
Sekitar pukul 16.00 WIB, saat melintas menggunakan dua sepeda motor di area perkebunan, mereka mendadak dihentikan oleh sejumlah petugas keamanan perusahaan. Intimidasi fisik pun pecah. Doni dan Sutomi menderita luka-luka, sementara Luis dan Jhoni sempat melarikan diri sebelum kembali dicegat. Jhoni menyaksikan Luis dihujani kekerasan sebelum akhirnya Luis ditemukan tewas mengenaskan di area perkebunan oleh istrinya sendiri.
Editor : Jafar Sembiring