Berbekal Modal Rp100 Ribu Hingga Go Global: Perjalanan Fajri Bersama Bossdiamond
MEDAN, iNewsMedan.id - Muhammad Bahtera Fajri tak segan mengakui alasan utama di balik lahirnya Bossdiamond. Bagi pengusaha muda asal Medan ini, nama Bahtera adalah representasi masa lalunya, sebuah fase ketika ia sempat kehilangan arah dan kehabisan semangat.
"Bahtera itu versi lama, tujuan dan semangatnya sudah pudar. Bossdiamond lahir dengan semangat baru yang membara," tuturnya.
Meski mengusung nama baru, Bossdiamond tetap bergerak di ceruk industri yang sama, yaitu layanan top up game online untuk judul-judul populer seperti Mobile Legends, Free Fire, hingga Valorant.
Beroperasi 24 jam, Fajri memegang teguh prinsip mendasar di industri ini: harga yang masuk akal, proses instan, dan layanan tanpa jeda.
Fajri memilih untuk jujur. Di usia bisnisnya yang masih seumur jagung, Bossdiamond belum mengantongi deretan prestasi mentereng atau pencapaian fantastis. Ia enggan bersolek dengan klaim yang berlebihan.
Namun, perbedaan besar justru terjadi di balik layar. Kini, Fajri dibantu oleh tim yang lebih matang, solid, dan mandiri. Kantor operasionalnya pun sudah tertata rapi, jauh dari kesan seadanya seperti saat ia masih merintis segalanya seorang diri.
Fondasi yang lebih kokoh ini membuat skala bisnis Bossdiamond meluas. Tak sekadar melayani top-up, Bossdiamond kini merambah layanan manajemen media sosial hingga sesi photoshoot bertema gaming.
Langkah diversifikasi ini diambil bukan tanpa alasan. Tim esports, merek gaming, maupun kreator lokal membutuhkan pengelola akun dan konten visual yang benar-benar paham kultur komunitasnya. Di titik inilah pengalaman Fajri menjadi modal utama.
Bertahun-tahun ia menyeberangi berbagai peran di ekosistem game, mulai dari pemain turnamen, pembuat konten, event organizer, hingga pedagang.
Tak berpuas diri di pasar lokal, Fajri sudah membidik pasar internasional. Ambisi go global itu telah ia rancang sejak awal lewat penataan tim dan kesiapan infrastruktur kantornya.
Fajri bukanlah pemain baru di industri ini. Tumbuh besar dalam keterbatasan di Jakarta sebelum pindah ke Medan menjelang SMP, ia pernah melewati masa-masa kelam sewaktu SMK, saat bertahan hidup hanya berbekal nasi dan garam.
"Saya lahir dari keluarga sederhana. Masa kecil saya jauh dari bergelimang harta," kenangnya.
Jalan keluar dari himpitan ekonomi itu muncul dari hobinya bermain game. Kemenangan di berbagai turnamen sejak kelas 3 SMK tak hanya membantunya melunasi SPP sekolah, tetapi juga memantik ide bisnis. Dari sekadar peserta, ia memberanikan diri mendirikan Bahtera TV, sebuah media berita esports kecil yang berkembang menjadi penyelenggara turnamen lokal.
Jaringannya di dunia game membawa Fajri menjajaki bisnis top-up. Dimulai dari menjadi reseller tanpa dibayar, ia berani berdiri sendiri berbekal modal awal Rp100 ribu hingga sukses mendirikan Bahtera Store.
Perjalanannya penuh kerikil tajam. Fajri sempat ditipu oleh supplier hingga menelan kerugian ratusan juta rupiah. Bisnisnya runtuh seketika, memaksa Fajri menjual perabotan rumah demi bertahan hidup.
"Uang saya hilang, bahkan tidak tersisa satu perak pun," kenangnya.
Kepercayaan dari para klien lama menjadi bahan bakar bagi Fajri untuk bangkit. Perlahan tapi pasti, usahanya kembali pulih hingga ia mampu membeli mobil secara tunai, memberangkatkan orang tuanya ke tanah suci, dan mempekerjakan delapan karyawan dengan gaji di atas UMR Medan.
Kini, seluruh pengalaman manis dan pahit itu ia jadikan bahan bakar untuk Bossdiamond. Perbedaannya satu, kali ini Fajri tidak lagi melangkah sendirian.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar