get app
inews
Aa Text
Read Next : Genzo Jadi Perhatian Saat Reses Sofyan Tan di STM Hilir

Siswa SLB Karya Murni Dapat Dukungan PIP dan Bantuan Guru

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:15 WIB
header img
Sofyan Tan berdialog dengan guru dan siswa SLB A Karya Murni, Medan, Jumat (28/8). Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id – Dukungan terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus menjadi perhatian Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, saat mengunjungi SLB A Karya Murni, Jalan Karya Wisata, Medan Johor, Jumat (28/8).

Dalam kunjungan tersebut, Sofyan Tan menyoroti kebutuhan siswa dan guru di sekolah yang selama ini banyak mengandalkan donasi serta bantuan orang tua siswa untuk mendukung operasional pendidikan.

Sofyan mengatakan, dukungan pendidikan bagi siswa SLB Karya Murni sebenarnya sudah dilakukan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Bantuan tersebut telah disalurkan kepada siswa SLB selama beberapa tahun.

“Saya sejak awal sudah instruksikan SLB-SLB yang ada di dekat kami yang membutuhkan bantuan, dicarikan dan diberikan beasiswa PIP,” kata Sofyan.

Menurut dia, akses terhadap bantuan pendidikan harus diberikan kepada siswa yang membutuhkan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Kunjungan ke SLB A Karya Murni juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi pembelajaran dan kebutuhan sekolah.

Selain dukungan melalui PIP, Sofyan berencana memberikan bantuan pribadi untuk menunjang fasilitas sekolah. Ia akan membeli lima kipas angin untuk kebutuhan ruang belajar.

Sofyan juga memberikan insentif kepada 16 guru SLB A Karya Murni. Masing-masing guru menerima Rp500 ribu, sehingga total bantuan yang diberikan mencapai Rp8 juta.

“Angka lima mengingatkan pada Pancasila. Sedangkan angka delapan dipilih sebagai simbol garis yang tidak terputus. Mudah-mudahan hubungan antara kita semuanya tidak terputus,” katanya.

Kepala Sekolah SLB A Karya Murni, Suster Petriani br Saragih, mengatakan para guru menghadapi tantangan besar dalam mendampingi siswa berkebutuhan khusus. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan agar siswa dapat hidup mandiri.

Para siswa dilatih membaca, menulis, mengenali lingkungan, menggunakan laptop, memasak hingga bermain musik.

“Supaya mereka nanti ada tempatnya untuk masa depan,” ujar Suster Petriani.

Ia mengatakan proses pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus membutuhkan pendampingan dan kesabaran. Karena itu, dukungan terhadap guru dan fasilitas pendidikan dinilai penting agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

Dalam kunjungannya, Sofyan Tan juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang mendampingi siswa SLB. Ia menilai pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus membutuhkan kepedulian dan komitmen yang kuat.

“Cahaya itu ada di dalam hati, bukan di mata. Ada orang yang matanya terang, tapi hatinya tidak bercahaya,” ujar Sofyan Tan.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut