Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : PHEV Mulai Menggoda Pasar Medan, Mobil Listrik Tanpa Cemas Kehabisan Daya
Advertisement . Scroll to see content

Pemain Otomotif Baru Buka Dealer di Medan, Bidik Pasar Mobil Listrik

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:28 WIB
  • author Ismail
Pemain Otomotif Baru Buka Dealer di Medan, Bidik Pasar Mobil Listrik
LEPAS resmi membuka dealer pertamanya di Medan, memperluas pasar kendaraan listrik di Sumatera Utara. Foto: Ismail/iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id— Pertumbuhan aktivitas ekonomi dan transportasi di Kota Medan ikut mendorong perubahan pilihan masyarakat dalam bermobilitas. Kendaraan berbasis listrik mulai mendapat perhatian, seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas perkotaan hingga perjalanan antarkota di Sumatera Utara.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Kota Medan tumbuh 5,10 persen pada 2025. Pada periode yang sama, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 11,24 persen, menjadi salah satu lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi.

Tren serupa terlihat di tingkat Sumatera Utara. Sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 10,74 persen pada 2025.

Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan masuknya merek kendaraan energi baru ke pasar Medan. Salah satunya ditandai dengan pembukaan dealer pertama merek otomotif baru di Kota Medan, yang berlokasi di Jalan Gunung Krakatau, Medan Timur, Sabtu (22/8/2026).

Vice Country Director LEPAS Indonesia Temmy Wiradjaja mengatakan Medan dipilih karena memiliki potensi pasar yang besar serta menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi di luar Pulau Jawa.

“Medan ini adalah kota dengan perekonomian terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Jadi potensi di sini ada,” kata Temmy.

Menurut dia, minat masyarakat terhadap kendaraan listrik juga menunjukkan perkembangan dari tahun ke tahun. Perubahan tersebut dinilai tidak hanya terjadi di kota-kota besar di Jawa, tetapi mulai meluas ke berbagai daerah, termasuk Medan.

Kehadiran jaringan penjualan di Medan sekaligus menjadi pintu masuk bagi konsumen Sumatera Utara untuk mengenal kendaraan elektrifikasi, baik kendaraan listrik murni maupun plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Di segmen tersebut, konsumen kini dihadapkan pada pilihan yang tidak hanya mempertimbangkan harga kendaraan, tetapi juga jarak tempuh, waktu pengisian daya, ketersediaan layanan purnajual hingga kemudahan penggunaan untuk perjalanan luar kota.

LEPAS, yang merupakan bagian dari Chery Group, membawa dua model kendaraan energi baru ke pasar Indonesia, yakni E4 EV dan L8 PHEV. E4 EV diklaim memiliki jarak tempuh lebih dari 600 kilometer berdasarkan standar CLTC, sedangkan L8 PHEV memiliki jarak tempuh gabungan lebih dari 1.300 kilometer.

Bagi pasar seperti Medan, karakter mobilitas menjadi salah satu faktor yang menarik. Penggunaan kendaraan tidak hanya berkutat pada perjalanan dalam kota, tetapi juga menghubungkan Medan dengan sejumlah daerah di Sumatera Utara.

Temmy mengatakan perusahaan tidak ingin hanya mengejar angka penjualan dalam jangka pendek. Fokus awal, menurut dia, adalah memastikan jaringan, tenaga teknis, layanan purnajual dan ketersediaan suku cadang siap sebelum mengejar volume penjualan.

“Kita ingin menyiapkan networking, training, produk, after sales, spare part dan semuanya untuk menjamin kepuasan konsumen,” ujarnya.

Dealer pertama di Medan tersebut mengusung konsep 3S, yakni penjualan, servis dan suku cadang. Fasilitas itu berdiri di atas lahan sekitar 1.500 meter persegi dengan luas bangunan 4.388 meter persegi.

President Director PT Majesty Mega Automotive Alvan Tri Cahyadi mengatakan keberadaan layanan purnajual menjadi bagian penting karena kendaraan elektrifikasi masih merupakan kategori yang relatif baru bagi sebagian konsumen di daerah.

“Setiap pembukaan dealer selalu diutamakan mempunyai layanan 3S. Kami juga berkomitmen menjamin ketersediaan spare part,” katanya.

Selain memperluas pilihan kendaraan, perkembangan pasar elektrifikasi juga membuka persaingan baru di industri otomotif daerah. Pemain baru harus berhadapan dengan tantangan membangun kepercayaan konsumen, terutama terkait layanan setelah pembelian.

Di sisi lain, karakter konsumen Medan yang semakin terbuka terhadap teknologi kendaraan baru menjadi peluang bagi pasar elektrifikasi untuk berkembang.

Perusahaan menyebut Medan menjadi kota pertama di Pulau Sumatera dalam pengembangan jaringan tersebut. Secara nasional, ekspansi jaringan ditargetkan mencapai sekitar 40 showroom hingga tahun depan.

Untuk pasar Medan, Alvan mengatakan pengembangan jaringan akan melihat respons pasar dan kebutuhan konsumen.

“Fokus kami sekarang adalah pengenalan produk dan pengalaman pelanggan. Ke depan akan ada penambahan model baru,” ujarnya.

Masuknya kendaraan listrik dan PHEV ke Medan pada akhirnya tidak hanya soal pilihan jenis kendaraan. Perubahan tersebut juga mencerminkan bagaimana kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan mulai bergeser, dari sekadar mencari alat transportasi menuju kendaraan yang lebih efisien dan sesuai dengan pola perjalanan masing-masing.

Editor: Ismail

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut