get app
inews
Aa Text
Read Next : Sambut Piala AFF U-19, Wali Kota Medan dan Forkopimda Bahu-membahu di Stadion

Wali Kota Medan Dorong CSR Perbankan Beri Dampak Nyata Berkelanjutan

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:46 WIB
header img
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi pihak Bank Syariah Indonesia (BSI) di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (21/8/2026). (Foto: Dok. Pemkot Medan).

MEDAN, iNewsMedan.id - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong perbankan, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI), agar mengarahkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) pada kebutuhan nyata masyarakat.

"CSR tidak cukup sekadar menjadi bantuan sesaat, tetapi harus melahirkan program yang berkelanjutan dan meninggalkan legacy bagi Kota Medan," ucap Rico Waas saat menerima audiensi pihak BSI di Rumah Dinas Wali Kota Medan pada Jumat (21/8/2026).

Pertemuan tersebut diikuti oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Area Manager Area Medan Raya Jefri Sofyan, Plt. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Medan Suluh Aulia Harahap, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Medan Surya Syahputra Pulungan, serta Plt. Direktur Utama RSUD Dr. Pirngadi Medan Mardohar Tambunan. 

Dalam kesempatan itu, Rico Waas menyatakan bahwa Pemerintah Kota Medan terbuka untuk membangun kerja sama dengan perbankan melalui program CSR. Namun, kerja sama tersebut diharapkan disusun secara konkret dengan melihat segmentasi kebutuhan masyarakat yang dapat ditangani bersama.

“Kalau memang ada beberapa segmentasi yang bisa kita capai, saya rasa baik saja,” kata Rico Waas.

Ia menjelaskan bahwa bidang kesehatan dapat menjadi salah satu fokus kerja sama. Penanganan stunting, misalnya, dapat menjadi bagian dari program CSR apabila hal tersebut menjadi prioritas kebutuhan yang ingin ditangani bersama.

Selain kesehatan, Rico Waas juga membuka peluang kerja sama di bidang UMKM, penanganan kemiskinan, literasi, hingga pencegahan narkoba. Menurutnya, program CSR tidak harus selalu terpaku pada pola yang sama.

“Kenapa enggak CSR-nya yang lain? Kebun Binatang Medan saja kasih makan kebun binatang Medan, itu CSR. Kalau perlu, salah satu binatang di situ menjadi anak angkat satu perusahaan,” ujarnya.

Rico Waas turut mendorong perusahaan agar mengambil bagian dalam penghijauan kota. Penanaman pohon maupun pembangunan taman kota, menurutnya, dapat menjadi bentuk CSR yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus memperkuat ruang publik.

“Kalau kita kekurangan pohon, tanam saja pohon. Boleh kasih label kecil di situ. Asal pohonnya ditanam, ada hijau-hijau. Bikin taman kota juga silakan,” katanya.

Selain itu, Rico Waas menyoroti potensi pengembangan UMKM melalui dukungan perbankan. Ia menyebutkan bahwa BSI memiliki program yang dapat diarahkan untuk membantu masyarakat yang ingin memulai usaha, termasuk melalui penyediaan peralatan usaha serta pendampingan.

“Kalau mau sustain, ya mungkin bisa menjadi pendampingan,” ujarnya.

Bahkan, ia membuka kemungkinan model kerja sama yang lebih jauh, termasuk pola pembagian modal (sharing modal) bagi UMKM binaan apabila memungkinkan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa Pemko Medan tidak ingin sekadar meminta CSR kepada perusahaan. Menurutnya, tanggung jawab sosial seharusnya lahir dari kesadaran murni perusahaan untuk ikut menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Kami tidak ingin terkesan, ‘Mana nih CSR kalian?’ Saya tidak seperti itu. Kalau kita bicara responsibility, itu adalah panggilan,” tegasnya.

Oleh karena itu, Rico Waas berharap setiap perbankan dapat berlomba-lomba menciptakan program kreatif yang benar-benar menyentuh masyarakat. Ia juga mengingatkan agar kehadiran perbankan di lingkungan Pemko Medan tidak berhenti pada pemanfaatan layanan atau fasilitas perbankan semata, melainkan diikuti oleh kontribusi nyata.

“Kami mengimbau setiap perbankan itu berlomba-lomba menciptakan program kreatif yang bisa kena kepada masyarakat,” tuturnya.

Rico Waas menilai bahwa program yang dibangun bersama harus memiliki manfaat jangka panjang. Untuk itu, ia mengajak BSI dan pihak perusahaan lainnya agar menyelaraskan program CSR dengan kebutuhan masyarakat serta agenda pembangunan Kota Medan.

“Supaya kita bisa punya legacy. Yang terakhir bagi saya adalah tidak habis dibuang, tapi bisa menjadi legacy. Ciptakanlah legacy-legacy baru,” pungkasnya.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut