Rumah Tahfiz Gratis Dihantam Angin Kencang, Belasan Santriwati Al-Abrary Diungsikan Pakai Angkot
MEDAN, iNewsMedan.id - Cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Kota Medan pada Selasa (18/8/2026) malam menyisakan kerusakan parah di sejumlah wilayah. Salah satu lokasi terdampak paling parah adalah Pondok Pesantren (Ponpes) Santriwati Al-Abrary yang berlokasi di Jalan Suka Eka No. 15, Kecamatan Medan Johor.
Akibat bencana alam tersebut, atap seng bangunan tempat para santriwati menimba ilmu tersebut sapu bersih terangkat angin, memaksa belasan santriwati dievakuasi di tengah malam.
Pimpinan Ponpes Al-Abrary, Mukti Abrar, menceritakan detik-detik peristiwa mencekam yang terjadi saat para santriwati tengah beraktivitas di dalam ruangan.
"Kejadiannya tadi malam, waktu santriwati kita lagi beraktivitas hujan dan angin kuat. Memang di kawasan Jalan STM itu banyak yang kena, tempat tahfiz kita salah satu yang paling parah," kata Mukti, Kamis (20/8/2026).
Mukti mengungkapkan, terdapat sekitar 15 santriwati yang menempuh pendidikan di ponpes sederhana tersebut. Demi keselamatan dan keberlanjutan proses belajar, pihaknya langsung mengambil tindakan cepat dengan memindahkan seluruh santriwati ke lokasi lain begitu hujan mulai reda.
"Malam itu juga saya pesankan angkot biar anak-anak kita diungsikan ke Pinang Baris. Di sana ada juga lokasi kita, di situlah sementara mereka belajar," jelasnya.
Saat ini, bangunan ponpes di Medan Johor sama sekali tidak dapat difungsikan akibat tingkat kerusakan bangunan yang sangat masif.
"Bisa dibilang hampir 70 persen rusak, atap sengnya copot hampir semua, jadi tidak bisa digunakan belajar," tambah Mukti.
Guna mengejar target hafalan Al-Qur'an para santriwati agar tidak terputus, Mukti mengaku kini berjuang mandiri mencari pinjaman dana untuk segera merenovasi atap bangunan yang hancur.
Langkah ini diambil mengingat mayoritas santriwati di Ponpes Al-Abrary berasal dari latar belakang kurang mampu yang menempuh pendidikan secara gratis melalui program orang tua asuh.
"Makanya sekarang secara pribadi saya cari pinjaman, utang untuk bisa perbaiki pondok pesantren kami. Ya setidaknya biar cepat bisa dipakai kembali. Rata-rata anak-anak kita ini gratis uang sekolahnya, sedikit yang memang dibiayai orang tua aslinya," tuturnya.
Hingga Rabu sore, belum ada bantuan resmi dari pihak pemerintah setempat yang mengalir ke lokasi. Mukti menegaskan pihak pesantren sangat terbuka bagi para dermawan maupun masyarakat yang ingin mengulurkan bantuan demi perbaikan tempat belajar para hafizah tersebut.
"Kalau bantuan sementara belum, tapi kalau memang ada yang hendak bantu, kami sangat terbuka. Yang penting anak-anak kami tidak terganggu belajarnya," pungkas Mukti.
Editor : Chris