Puluhan Warga Lingkar Tambang Dairi Ikut Pelatihan Usaha, dari Pertukangan hingga Olahan Pangan
SIDIKALANG, iNewsMedan.id – Sebanyak 38 warga dari desa-desa di sekitar wilayah operasional PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) mengikuti pelatihan keterampilan yang difokuskan untuk mendukung peluang usaha masyarakat. Program tersebut menyasar dua kelompok, yakni tukang kayu serta kelompok perempuan yang ingin mengembangkan usaha olahan makanan.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) itu digelar dalam dua tahap. Pelatihan pertukangan kayu dilaksanakan pada 23 Juli 2026 dan diikuti 12 peserta dari Desa Tungtung Batu, Polling Anak-Anak, Longkotan, dan Bongkaras. Sementara pelatihan pembuatan keripik dan aneka kue basah berlangsung pada 27-28 Juli 2026 dengan melibatkan sekitar 26 kelompok perempuan dari desa sekitar.
Program tersebut disusun berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat yang dilakukan tim Corporate Social Responsibility (CSR) PT DPM agar pelatihan yang diberikan sesuai dengan potensi ekonomi di wilayah setempat.
Untuk pelatihan pertukangan, PT DPM menggandeng Toko Furnitur Dalihan Natolu di Parongil (PT Karya Total Mandiri) dengan menghadirkan fasilitator Dayan. Peserta mendapatkan materi mulai dari pengoperasian alat pertukangan, mengenal jenis kayu, hingga teknik pembuatan berbagai produk furnitur seperti meja, kursi, lemari, kusen, kanopi, dan kerajinan kayu.
Sementara pada pelatihan UMKM, perusahaan bekerja sama dengan fasilitator mitra Disperindagkop Kabupaten Dairi. Peserta dibekali keterampilan membuat keripik singkong, keripik pisang, serta berbagai jenis kue basah seperti brownies, bolu tape, dan kue tart yang dinilai memiliki nilai jual.
Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapat pembekalan mengenai strategi pemasaran, analisis peluang pasar, hingga pengelolaan usaha agar dapat mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Chief Legal and External Relations PT Dairi Prima Mineral, Radianto Arifin, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendorong lahirnya usaha-usaha baru di masyarakat sekitar..
"Inovasi program CSR ini kami hadirkan agar masyarakat memiliki keahlian praktis yang bernilai ekonomi. Kami berharap pelatihan pertukangan maupun pembuatan kue ini dapat membuka peluang usaha baru dan menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi keluarga," ujar Radianto, Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia menambahkan antusiasme peserta selama pelatihan cukup tinggi.
"Kami melihat antusiasme peserta sangat tinggi. Melalui pelatihan ini kami berharap menjadi ruang berbagi pengalaman dengan para pelaku usaha lokal. Dan kami berharap keterampilan warga semakin terasah hingga mampu menghasilkan produk yang bernilai tambah, berdaya saing, dan mendorong kemandirian ekonomi," tambah Radianto.
Salah seorang peserta pelatihan pertukangan asal Dusun Sopokomil, Sahmin Bako, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam usahanya.
"Sebelumnya kami hanya mengandalkan keterampilan dasar. Namun, melalui pelatihan ini kami mendapat banyak ilmu baru, bisa bertukar pengalaman dengan pelaku usaha yang sudah sukses, serta makin termotivasi untuk memajukan usaha pertukangan di desa kami," ungkap Sahmin.
Hal senada disampaikan Vivi Aprianti, peserta pelatihan pembuatan kue dari Desa Tungtung Batu.
"Kami jadi punya keterampilan baru untuk merintis usaha rumahan dan membantu menambah pendapatan keluarga. Terima kasih kepada PT DPM yang telah menghadirkan program pemberdayaan yang sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tutur Vivi.
Editor : Ismail