Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : TASPEN Goes to Campus, Ligwina Hananto Bagikan Cara Atur Gaji agar Tak Boncos
Advertisement . Scroll to see content

Lewat FGD, Warga Padang Tualang Tetapkan Prioritas Ketangguhan Hadapi Banjir

Senin, 03 Agustus 2026 | 10:11 WIB
  • author Ismail
Lewat FGD, Warga Padang Tualang Tetapkan Prioritas Ketangguhan Hadapi Banjir
Warga Desa Padang Tualang mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bersama tim Universitas Sumatera Utara dan Universiti Kebangsaan Malaysia untuk menyusun rencana aksi ketangguhan menghadapi banjir. Foto; Istimewa

LANGKAT, iNewsMedan.id– Warga Desa Padang Tualang, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, menyepakati sejumlah program prioritas untuk memperkuat ketangguhan desa dalam menghadapi banjir yang rutin melanda kawasan tersebut. Kesepakatan itu lahir melalui Focus Group Discussion (FGD) partisipatif yang digelar di Aula Kantor Desa Padang Tualang, Sabtu (1/8/2026).

FGD merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat kolaborasi internasional antara Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kegiatan ini bertujuan menyusun rencana aksi ketangguhan masyarakat berbasis Livelihood Vulnerability Index (LVI), dengan melibatkan langsung masyarakat sebagai pihak yang paling memahami kondisi di lapangan.

Ketua Pelaksana Pengabdian Kolaborasi Internasional USU, Dr. Destanul Aulia, mengatakan penyusunan rencana aksi dilakukan secara bertahap agar rekomendasi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, sebelum FGD digelar, tim telah melakukan observasi lapangan pada 4 Juli 2026 untuk memetakan dampak banjir terhadap berbagai aspek kehidupan warga, mulai dari kesehatan, sanitasi, ketahanan pangan, mata pencaharian hingga kesiapsiagaan masyarakat.

"Hasil observasi menunjukkan banjir terjadi beberapa kali setiap tahun dan berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Namun, temuan tersebut harus divalidasi langsung oleh warga karena mereka yang paling memahami kondisi riil di lapangan," kata Destanul, Senin, 3 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, seluruh data hasil observasi dianalisis menggunakan pendekatan Livelihood Vulnerability Index (LVI), kemudian dipaparkan dalam forum kolaborasi internasional bersama Universiti Kebangsaan Malaysia sebelum dibahas lebih mendalam melalui FGD.

Dalam diskusi, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok yang membahas isu ketahanan pangan dan penghidupan, kesehatan, sanitasi serta kesiapsiagaan, hingga perlindungan kelompok rentan dan dampak psikososial akibat banjir.

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut