Dorong Ekonomi Hijau dari Desa, GJI Unjuk Gigi di PRSU ke-50 Lewat Produk Hasil Hutan
MEDAN, iNewsMedan.id - Ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 menghadirkan warna baru yang sarat edukasi dan aksi lingkungan. Kehadiran stan Green Justice Indonesia (GJI) sukses menarik perhatian ribuan pengunjung berkat fokusnya pada kampanye konservasi alam serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Melalui pameran produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), GJI berupaya membangun ekonomi hijau langsung dari tingkat desa agar komoditas lokal ramah lingkungan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.
Manajer Program GJI, Sofian Adli, menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka dalam pameran tingkat provinsi ini bukan sekadar ajang promosi biasa.
"Kami ingin menunjukkan bahwa perlindungan hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan," ujar pria yang akrab disapa Ali tersebut, Jumat (31/7/2026).
Ali menambahkan, ketika masyarakat di sekitar kawasan hutan memperoleh manfaat ekonomi langsung dari pengelolaan hutan yang lestari, kesadaran menjaga hutan dari ancaman perambahan dan pembalakan liar (illegal logging) akan tumbuh secara mandiri.
Ajang PRSU ke-50 dimanfaatkan GJI untuk menjembatani pertemuan langsung antara masyarakat pengelola hutan dengan para pemangku kepentingan (stakeholders). Mulai dari pelaku usaha, investor, hingga mitra pemasaran strategis.
Editor: Chris