Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pelaku UMKM Dairi Belajar Strategi Bisnis di PRSU, Bidik Pasar yang Lebih Luas
Advertisement . Scroll to see content

Dorong Ekonomi Hijau dari Desa, GJI Unjuk Gigi di PRSU ke-50 Lewat Produk Hasil Hutan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 12:59 WIB
  • author Jafar
Dorong Ekonomi Hijau dari Desa, GJI Unjuk Gigi di PRSU ke-50 Lewat Produk Hasil Hutan
Ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 menghadirkan warna baru yang sarat edukasi dan aksi lingkungan. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNewsMedan.id - Ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 menghadirkan warna baru yang sarat edukasi dan aksi lingkungan. Kehadiran stan Green Justice Indonesia (GJI) sukses menarik perhatian ribuan pengunjung berkat fokusnya pada kampanye konservasi alam serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Melalui pameran produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), GJI berupaya membangun ekonomi hijau langsung dari tingkat desa agar komoditas lokal ramah lingkungan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Manajer Program GJI, Sofian Adli, menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka dalam pameran tingkat provinsi ini bukan sekadar ajang promosi biasa.

"Kami ingin menunjukkan bahwa perlindungan hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan," ujar pria yang akrab disapa Ali tersebut, Jumat (31/7/2026).

Ali menambahkan, ketika masyarakat di sekitar kawasan hutan memperoleh manfaat ekonomi langsung dari pengelolaan hutan yang lestari, kesadaran menjaga hutan dari ancaman perambahan dan pembalakan liar (illegal logging) akan tumbuh secara mandiri.

Ajang PRSU ke-50 dimanfaatkan GJI untuk menjembatani pertemuan langsung antara masyarakat pengelola hutan dengan para pemangku kepentingan (stakeholders). Mulai dari pelaku usaha, investor, hingga mitra pemasaran strategis.

Langkah ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal, meningkatkan nilai jual komoditas hasil hutan bukan kayu dan mendorong kemitraan usaha yang berkelanjutan demi kelestarian lingkungan.

Dukungan berbagai pihak dinilai sangat krusial agar komoditas unggulan kawasan hutan dapat berkembang menjadi produk bernilai tinggi yang langsung berdampak pada pendapatan warga desa.

Antusiasme tinggi ditunjukkan para pengunjung, salah satunya Dian Gunawan. Ia mengaku terkesan dengan konsep stan GJI yang dinilainya beda dari yang lain.

"Tadi saya lihat ada foto-foto keren, terus ada juga kemenyan sama kopi. Baru kali ini saya lihat stan seperti ini di PRSU,” ungkap Gunawan setelah berdialog dengan penjaga stan mengenai program-program konservasi GJI.

Tak hanya edukasi visual dan pameran kemenyan, daya tarik utama yang memikat pengunjung adalah fasilitas ngopi gratis.

Sofian Adli menyebutkan, sajian kopi gratis ini merupakan bagian dari promosi produk kopi hasil rakitan masyarakat desa di kawasan hutan dampingan GJI. Lewat secangkir kopi, pengunjung diajak menikmati hasil nyata dari pengelolaan hutan yang lestari.

Editor: Chris

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut