get app
inews
Aa Text
Read Next : Puncak Hari Anak Nasional 2026 Digelar di Samosir, IDAI Sumut Target Layani 600 Anak

Kasus Jantung Bawaan Anak Masih Tinggi, IDAI Soroti Minimnya Dokter Subspesialis

Kamis, 23 Juli 2026 | 14:09 WIB
header img
Ketua PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A., Subsp.Kardio(K) (tengah), memberikan keterangan kepada wartawan usai pembukaan Pediatric Cardiology Update (PCU) XIV di Medan, Kamis (23/7/2026). Foto: Ismail/iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id– Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A., Subsp.Kardio(K), menyoroti masih panjangnya rantai keterlambatan penanganan penyakit jantung pada anak di Indonesia. Keterbatasan dokter subspesialis, akses layanan yang belum merata, hingga lambatnya proses rujukan menjadi penyebab banyak pasien baru mendapat penanganan saat kondisinya sudah memburuk.

"Kardiologi anak ini masih menjadi masalah yang perlu kita pecahkan bersama. Ada keterbatasan konsultan dan jarak yang jauh untuk penanganan masalah anak," ujar Piprim usai menghadiri Pediatric Cardiology Update (PCU) XIV di Medan, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, keterlambatan tidak hanya terjadi pada proses diagnosis, tetapi juga saat pasien memperoleh pengobatan, dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas memadai, hingga akhirnya menjalani operasi.

"Rantai keterlambatan itu harus diputus agar anak-anak mendapat kesempatan memperoleh penanganan tepat waktu," katanya.

Piprim mengungkapkan, Indonesia saat ini baru memiliki sekitar 100 dokter konsultan jantung anak, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai 500 orang. Akibatnya, sekitar 12 provinsi hingga kini belum memiliki konsultan jantung anak.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut