Normalisasi BBM Sumut Membaik, Pengamat Kebijakan Publik Puji Keterbukaan Pertamina
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang agar kelangkaan atau keterlambatan pasokan tidak terulang secara mendadak, Rafriandi menyarankan agar manajemen Pertamina menerapkan kebijakan yang lebih dinamis dan luwes. Salah satunya dengan memaksimalkan peran Pertashop yang tersebar di wilayah pedesaan.
Penyebaran Distribusi: Ketika pasokan BBM tiba di terminal, distribusi sebaiknya tidak hanya terpusat pada SPBU besar di perkotaan, melainkan turut dialirkan ke Pertashop di kampung-kampung.
Urai Konsentrasi Kendaraan: Dengan mengoptimalkan Pertashop, konsentrasi kendaraan akan terpecah sehingga potensi antrean panjang di satu titik SPBU dapat diminimalisasi secara signifikan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihak Pertamina wajib menjamin aspek kelaikan dan keamanan fasilitas Pertashop agar pelayanan pengisian BBM ke masyarakat tetap berjalan sesuai standar baku.
Menutup keterangannya, Rafriandi menekankan pentingnya kejujuran dan transparansi informasi dari pihak regulator maupun operator kepada publik terkait kondisi riil cadangan energi di daerah.
"Pemerintah dan pihak terkait harus jujur dan transparansi terkait informasi yang akan disampaikan ke publik. Di samping itu, kita tentu sangat mengapresiasi terkait normalisasi distribusi BBM yang telah dilakukan saat ini," pungkasnya.
Editor : Jafar Sembiring