get app
inews
Aa Text
Read Next : Toba Caldera Culture Festival 2026: Mengangkat Filosofi Dalihan Na Tolu ke Panggung Dunia

Rakernas ke-20 PSBI Bahas Masa Depan Danau Toba

Kamis, 09 Juli 2026 | 19:05 WIB
header img
Ketua Umum PSBI, Effendi Simbolon, menyampaikan aspirasi terkait pelestarian budaya dan lingkungan Danau Toba dalam Rakernas di Jakarta, Selasa (7/7/2026). Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsMedan.id - Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-20 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026). Pertemuan akbar ini dihadiri oleh perwakilan dari 156 wilayah PSBI di seluruh dunia, mencakup wilayah dari Sabang hingga Merauke serta perwakilan internasional yang berpusat di California, Amerika Serikat.

Hadir dalam forum tersebut Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, beserta sejumlah bupati. Acara ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi organisasi serta penyampaian aspirasi strategis terkait pembangunan kawasan Danau Toba, pelestarian budaya Batak, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Umum PSBI, Dr. Effendi MS Simbolon, menekankan bahwa budaya Batak merupakan warisan leluhur yang menjadi jati diri sekaligus kekuatan dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Kami hidup dan dibesarkan sampai sekarang ini tidak terlepas dari DNA orang Batak, yaitu budaya. Karena di dalam budaya itulah ada seni yang beragam," ungkap Effendi. Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk mendukung keberadaan sanggar kesenian di setiap desa sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Effendi juga menyoroti ironi di Kabupaten Samosir. Sebagai daerah yang dikelilingi perairan Danau Toba, Samosir justru masih menghadapi kendala ketersediaan air bersih dan irigasi. Ia mendesak agar persoalan ini menjadi prioritas pembangunan.

Selain itu, PSBI secara tegas menyoroti pencemaran lingkungan di Danau Toba akibat operasional perusahaan budidaya ikan, Aqua Farm. PSBI mendesak perusahaan tersebut untuk bertanggung jawab dalam pengelolaan limbah guna menjaga ekosistem kawasan wisata unggulan tersebut.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyatakan kesiapan Pemprov Sumut untuk bersinergi dengan PSBI. Bobby menyambut baik masukan terkait pencemaran lingkungan dan berjanji akan segera menindaklanjuti dengan mempertemukan pihak Aqua Farm bersama tim pengkajian dari dinas terkait.

Gubernur juga memaparkan program strategis Pemprov Sumut, yakni pembangunan sekolah unggulan berupa SMK Pariwisata di Samosir. "Skemanya adalah boarding (asrama) dan semua biaya ditanggung pemerintah, bukan hanya materi pembelajaran, tetapi juga kesiapan mental siswa. Kita tidak lagi sekadar melestarikan budaya secara statis, tetapi melalui industri," tegasnya.

Terkait krisis air bersih, Bobby menawarkan solusi integrasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di seluruh wilayah Sumatera Utara untuk meningkatkan efektivitas pelayanan bagi masyarakat.

Sebelum puncak acara di Jakarta, rangkaian HUT ke-19 PSBI diawali dengan ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata. Ziarah tersebut merupakan agenda rutin tahunan untuk menghormati 13 orang tua dari keluarga besar PSBI yang telah berjasa bagi bangsa dan organisasi.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut