Talenta Muda Indonesia Timur Diajak Bangun Ekosistem Blockchain yang Inovatif
AMBON, iNewsMedan.id - Perkembangan teknologi blockchain dan Web3 membuka peluang baru bagi talenta digital Indonesia. Seiring dengan semakin luasnya pemanfaatan teknologi ini di berbagai sektor, kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman mengenai blockchain, aset digital, dan teknologi terdesentralisasi pun terus meningkat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan talenta digital tidak lagi hanya menjadi kebutuhan industri, tetapi juga menjadi investasi penting dalam mempersiapkan daya saing Indonesia di era ekonomi digital. Melihat besarnya potensi tersebut, pemerataan akses terhadap edukasi menjadi semakin penting karena talenta digital tidak hanya berada di kota-kota besar, tetapi juga tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Melihat hal itu, Upbit Indonesia bersama dengan BlockDevId menyelenggarakan Seminar Literasi Keuangan dan Teknologi Blockchain serta Lokakarya Pengembangan Smart Contract di Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon pada 22–23 Juni 2026. Kegiatan ini turut didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku sebagai bagian dari upaya memperluas literasi aset digital dan pengembangan talenta blockchain di Indonesia bagian timur.
Seminar dibuka secara resmi oleh Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, dan diikuti oleh sekitar 120 mahasiswa serta peserta umum. Dalam kesempatan tersebut, OJK Provinsi Maluku menyampaikan materi mengenai pentingnya perlindungan konsumen dalam ekosistem aset keuangan digital. Sementara itu, Upbit Indonesia membahas perkembangan industri aset digital, teknologi blockchain, serta peluang karier yang semakin terbuka di era Web3.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang ingin memahami lebih jauh mengenai perkembangan industri digital dan peluang yang ditawarkan di masa depan.
CEO Upbit Indonesia, Resna Raniadi, mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemain penting dalam ekonomi digital di kawasan. Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh talenta yang memahami teknologi blockchain dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri.
"Karena itu, kami percaya bahwa edukasi harus dapat diakses secara lebih merata, termasuk oleh mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia," ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Editor : Jafar Sembiring