Wali Kota Medan: Melayu Bukan Sekadar Masa Lalu, Melainkan Kekuatan Diplomasi
Guna memastikan eksistensi budaya Melayu tetap kokoh, Rico berkomitmen untuk terus bersinergi dan membuka ruang komunikasi yang erat dengan para pemangku adat, seniman, budayawan, serta Kesultanan Deli.
Pelaksanaan GEMES tahun ini dipusatkan di Lapangan Merdeka karena Istana Maimun sedang dalam proses revitalisasi. Selain itu, rangkaian acara ini nantinya akan disinergikan dengan kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI, di mana Kota Medan menjadi tuan rumah.
"Semua kegiatan kita pusatkan di satu kawasan, termasuk pesta rakyat dan Pesona Colorful dalam rangka memeriahkan HUT Kota Medan," tambah Rico.
Di samping pelestarian budaya, Pemko Medan juga mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui ajang ini. Sebanyak 72 stan UMKM turut memeriahkan acara dengan menjajakan berbagai produk kreatif, mulai dari kriya hingga kuliner khas Melayu.
Apresiasi atas keberlangsungan acara ini datang dari Menteri Pariwisata RI, yang diwakili oleh Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arditama Nusantara Putra. Ia memuji kolaborasi apik antara pemerintah, seniman, dan komunitas Melayu.
"Terpilihnya kembali Gelar Melayu Serumpun sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) selama lima tahun berturut-turut merupakan pencapaian membanggakan. Ini mencerminkan konsistensi kualitas dan dampak nyata bagi pariwisata serta ekonomi masyarakat," ungkap Arditama.
Editor: Jafar Sembiring