5 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Ini Hasil Pemeriksaan Medisnya
3. Novia Rahmadhani Sihotang (Satdik Pusbahasa Kodiklatau)
Menurut Ketut Gede Wetan, Novia Rahmadhani Sihotang mendatangi UKS pada Senin (22/6/2026) pukul 14.40 WIB dengan keluhan demam, sesak napas, serta batuk berdahak. Karena kondisinya yang terus melemah pada keesokan harinya, ia dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa pada pukul 06.10 WIB.
Di sana, Novia menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan, termasuk foto toraks yang mengonfirmasi adanya TB paru aktif. Pasien kemudian dipindahkan untuk perawatan intensif di ruang ICU isolasi.
"Pada pukul 15.00 WIB kondisi pasien menurun hingga tidak sadarkan diri. Tim medis melakukan upaya resusitasi jantung paru, namun pada pukul 15.13 WIB dokter menyatakan almarhumah meninggal dunia. Berdasarkan pemeriksaan medis, penyebab kematian adalah Tuberkulosis (TB)," jelas Ketut Gede Wetan.
4. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (Satdik Yon PARAKO 465)
Ketut Gede Wetan memaparkan bahwa Muhammad Rifki Renaldi Gunawan mengeluhkan lemas dan sesak napas saat berada di Ruang Kesehatan Satdik pada Kamis (25/6/2026) pukul 14.30 WIB. Saat itu, kondisinya dinilai stabil sehingga ia sempat diberikan terapi oksigen dan waktu istirahat sebelum kembali beraktivitas.
Akan tetapi, pada pukul 18.00 WIB, gejala sesak napasnya muncul kembali. Rifki segera dibawa ke Ruang Kesehatan dan dirujuk ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa pada pukul 18.25 WIB.
Selama di rumah sakit, Rifki mendapatkan penanganan intensif di ICU, termasuk pemasangan alat bantu napas dan serangkaian tes laboratorium serta EKG. Kendati demikian, kondisinya terus mengalami penurunan.
"Berdasarkan resume medis dan laporan khusus, kematian disebabkan oleh pneumonia (infeksi paru-paru) dengan komplikasi medis. Selain itu, riwayat kesehatan pasien yang menunjukkan adanya hipertensi dan obesitas juga menjadi poin evaluasi medis," tambah Ketut Gede Wetan.
Editor : Jafar Sembiring