Jangan Asal Ikut Tren! Ini Tips Investasi Kripto bagi Pemula Agar Terhindar dari FOMO
JAKARTA, iNewsMedan.id - Minat generasi muda terhadap investasi terus meningkat seiring berkembangnya teknologi digital dan kemudahan akses terhadap berbagai instrumen keuangan. Salah satu instrumen yang kini menarik perhatian adalah aset kripto, yang menjadi bagian dari perencanaan keuangan Generasi Z (Gen Z).
Tren ini sejalan dengan pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, jumlah konsumen aset kripto telah mencapai 21,37 juta pengguna per Maret 2026, dengan nilai transaksi sebesar Rp22,24 triliun. Data Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025 menunjukkan lebih dari 80% pengguna kripto di Indonesia berusia 18–34 tahun, menjadikan Gen Z dan milenial sebagai motor utama adopsi aset digital.
Meski terbuka terhadap inovasi, edukasi tetap menjadi fondasi utama. Resna Raniadi, CEO Upbit Indonesia, menegaskan bahwa investasi kripto bukanlah cara cepat untuk kaya.
"Sebelum berinvestasi, penting untuk memahami bahwa aset kripto merupakan instrumen dengan peluang sekaligus risiko. Keputusan investasi yang baik dimulai dari pemahaman cukup, bukan sekadar mengikuti tren atau informasi viral," ujar Resna, Rabu (17/6/2026).
5 Prinsip Utama Investasi Kripto bagi Pemula
Upbit Indonesia memberikan lima panduan bagi pemula untuk berinvestasi secara bertanggung jawab:
1. Memahami Dasar-Dasar Aset Kripto: Pahami cara kerja teknologi blockchain dan faktor yang memengaruhi pasar agar keputusan didasarkan pada informasi akurat, bukan sekadar tren.
2. Menetapkan Tujuan Keuangan yang Jelas: Tentukan apakah investasi dilakukan untuk jangka panjang, diversifikasi portofolio, atau perencanaan keuangan pribadi agar keputusan lebih terukur.
3. Memahami dan Mengelola Risiko: Mengingat volatilitas aset kripto yang tinggi, investor harus memahami risiko dan menghindari tindakan impulsif saat pasar naik maupun turun.
4. Berinvestasi Sesuai Kemampuan Finansial: Gunakan hanya dana yang dialokasikan khusus untuk investasi, tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari atau dana darurat.
5. Terus Belajar: Ekosistem digital berkembang pesat. Investor perlu terus meningkatkan literasi keuangan agar dapat mengambil keputusan yang rasional.
Hindari Perangkap FOMO
Selain memahami prinsip dasar, penting untuk membangun kebiasaan investasi yang sehat sejak dini. Salah satunya adalah menghindari Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut tertinggal tren, serta tidak mudah termakan informasi yang belum terverifikasi.
"Keberhasilan investasi jangka panjang tidak ditentukan oleh kemampuan mengikuti tren sesaat, melainkan oleh kedisiplinan, kesadaran terhadap risiko, dan kemauan untuk terus belajar," tambah Resna.
Sebagai wujud komitmen meningkatkan literasi aset digital, Upbit Indonesia secara konsisten menggelar program edukasi seperti campus roadshow ke berbagai kota di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai blockchain, aset kripto, dan teknologi Web3 kepada mahasiswa serta masyarakat luas.
"Kami percaya bahwa pertumbuhan industri yang sehat harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi masyarakat," tutup Resna.
Editor : Jafar Sembiring