Gempur Level Global, 211 Anak Medan Sabet Medali IPTEK di Malaysia dan Thailand
MEDAN, iNewsMedan.id - Prestasi internasional yang diraih siswa hingga mahasiswa Kota Medan di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menjadi kebanggaan tersendiri bagi Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Berbagai raihan medali emas, perak, hingga penghargaan khusus pada kompetisi mancanegara membuktikan bahwa generasi muda Medan memiliki kualitas, daya saing, dan mental juara di level global.
Hal ini disampaikan Rico Waas pada kegiatan "Dialog Anak Medan dengan Prestasi Internasional Bidang IPTEK" yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Medan di Gedung PKK, Petisah, Rabu (17/6/2026).
Rico menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pelajar dan mahasiswa yang telah mengharumkan nama Kota Medan. "Pencapaian ini bukan hal sembarangan. Ada yang meraih medali emas, perak, hingga kategori terbaik. Artinya, anak-anak Kota Medan sangat luar biasa. Kalian memiliki mental juara dan mental pemenang," ujar Rico.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran guru, mentor, dan institusi pendidikan yang terus membimbing para peserta. "Prestasi anak-anak Medan di bidang IPTEK menjadi bukti bahwa generasi muda kota ini memiliki potensi besar menjadi motor perubahan, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi global," jelasnya.
Rico turut menyoroti perkembangan teknologi yang sangat cepat, mulai dari penggunaan gawai, internet, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) seperti ChatGPT, Gemini, Grok, dan Suno yang mengubah cara manusia belajar serta berinovasi. Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui BRIDA akan terus mendorong ruang dialog dan pengembangan karya ilmiah sebagai wadah bagi generasi muda.
Salah satu inovasi yang diapresiasi Rico adalah Safe Key Chain, perangkat berbasis GPS dengan sistem pull lever karya mahasiswa yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas sensorik (tuli dan bisu) mengirimkan sinyal darurat secara efektif. "Teknologi bukan hanya soal kecanggihan, tetapi bagaimana memberikan solusi nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Kepala BRIDA Kota Medan, Benny Iskandar, menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah bentuk apresiasi Pemko Medan bagi 211 siswa dan mahasiswa yang tergabung dalam 31 tim berprestasi di Malaysia dan Thailand.
Untuk mendukung keberlanjutan prestasi tersebut, BRIDA meluncurkan program AMPiBI (Anak Medan Berprestasi Internasional di Bidang IPTEK). Peserta program ini akan mendapatkan Kartu Tanda Anggota Inovator Muda serta pembinaan berkelanjutan melalui bimbingan teknis dan pelatihan. Selain itu, terdapat pula program Kulit Muda (Kumpulan Peneliti dan Inovator Muda Kota Medan) dan Klinova (Klinik Inovasi) sebagai platform konsultasi bagi perangkat daerah.
Di akhir acara, sebagai bentuk motivasi, Rico Waas menyerahkan piagam penghargaan kepada seluruh siswa dan mahasiswa berprestasi. Ia berharap, capaian ini menjadi langkah awal lahirnya inovator besar yang mampu membawa kemajuan bagi daerah serta menjadi calon pemimpin masa depan berbasis teknologi.
Editor : Jafar Sembiring