Sosok AKP Hitler Hutagalung: Perwira Polisi Penumpas Kejahatan, Pejuang Lingkungan Danau Toba
Sepulangnya dari Bekasi, ia mendirikan pabrik pengelolaan sampah seluas 20 x 40 meter di Desa Selando, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Menariknya, ini menjadi satu-satunya pabrik pencacah botol bekas yang ada di wilayah tersebut.
"Puluhan masyarakat kini terbantu dengan ikut mengumpulkan botol-botol bekas, mulai dari botol bensin hingga botol air mineral. Karyawan kami bergerak mengumpulkannya dari pom bensin, hotel, hingga bengkel-bengkel," ujar AKP Hitler, Selasa (16/6/2026).
Perjuangan sang Kasat Reskrim tentu tidak instan. Lewat tekad yang kuat dan pantang menyerah, industri rumahan miliknya kini mampu melahap 1 hingga 3 ton sampah plastik per hari untuk diproses menggunakan mesin pencacah.
Botol-botol plastik yang awalnya tidak bernilai dan mengotori lingkungan tersebut dicacah menjadi bijih plastik siap olah, yang kemudian dikirim ke pabrik-pabrik penampungan besar di Pulau Jawa.
Langkah ini tidak hanya membersihkan lanskap empat kabupaten penyangga Danau Toba Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba, dan Samosir tetapi juga menggerakkan roda ekonomi sirkular bagi warga lokal.
Editor: Jafar Sembiring