get app
inews
Aa Text
Read Next : Warga Medan Merapat! BBW Hadirkan 1 Juta Judul Impor Berkualitas Hingga 80% Selama Dua Pekan

Biar Anak Nggak Kecanduan Gadget Pas Libur Sekolah, BBW Medan 2026 Punya Trik Seru!

Kamis, 11 Juni 2026 | 16:18 WIB
header img
Country Director Big Bad Wolf Indonesia Marthius Wandi Budianto bersama Vice President BCA Agus Sumiko berfoto dengan anak-anak pada peluncuran Bazar Buku Internasional Big Bad Wolf Books di Medan, Selasa (10/6/2026). Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id-  Libur sekolah sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Di tengah maraknya konten digital dan penggunaan gadget sejak usia dini, mencari aktivitas yang tidak hanya menghibur tetapi juga bermanfaat bagi anak menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah.

Fenomena itu pula yang menjadi perhatian penyelenggara Bazar Buku Internasional Big Bad Wolf Books yang kembali hadir di Medan pada 22 Juni hingga 5 Juli 2026 di Delipark Mall.

Country Director Big Bad Wolf Indonesia, Marthius Wandi Budianto, mengatakan kemajuan teknologi merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Namun, menurutnya, anak-anak juga harus mendapatkan akses terhadap buku yang semudah akses mereka terhadap gadget.

"Peran orang tua penting untuk memastikan anak-anak juga mendapat akses ke buku yang sama mudahnya seperti mereka mendapatkan gadget," kata Marthius dalam keterangannya, Kamis, 11 Juni 2026 di Medan.

Ia menilai tantangan terbesar saat ini bukan membuat anak berhenti menggunakan teknologi, melainkan menghadirkan pengalaman membaca yang mampu menarik perhatian mereka.

Karena itu, sekitar 70 persen koleksi yang dibawa dalam gelaran tahun ini merupakan buku anak-anak. Tidak hanya buku cerita biasa, tetapi juga berbagai buku interaktif yang dirancang agar membaca menjadi aktivitas yang menyenangkan.

"Pengalaman membaca sekarang bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk anak-anak. Ada sound book, pop-up book, sampai activity book yang membuat mereka bisa belajar sambil bermain," ujarnya.

Menurut Marthius, perkembangan buku anak di berbagai negara saat ini sangat pesat. Buku tidak lagi hanya berisi tulisan dan gambar, tetapi juga menghadirkan pengalaman visual dan interaktif yang mampu merangsang imajinasi anak.

"Ada buku yang bisa mengeluarkan suara, ada juga yang ketika dibuka memberikan visualisasi untuk membantu imajinasi anak berkembang. Ini pengalaman yang berbeda dibanding membaca buku konvensional," katanya.

Momentum libur sekolah dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkenalkan kembali kebiasaan membaca di lingkungan keluarga. Selain mengurangi ketergantungan pada layar, membaca juga dapat menjadi aktivitas bersama yang mempererat hubungan orang tua dan anak.

Tahun ini, penyelenggara membawa koleksi yang lebih besar dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya di Medan. Selain buku anak, tersedia pula berbagai koleksi fiksi populer dan edisi premium yang banyak diminati pembaca.

"Setiap tahun ukuran acara di Medan semakin besar. Koleksi yang kami bawa juga semakin banyak dan semakin beragam," ujar Marthius.

Founder Big Bad Wolf Books, Andrew Yap, mengatakan akses terhadap buku berkualitas seharusnya dapat dinikmati semua kalangan.

"Sejak awal kami percaya setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk membaca dan belajar melalui buku," katanya.

Dukungan terhadap budaya membaca juga datang dari sektor perbankan. Senior Vice President BCA Rita Christiana menilai buku tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga dapat menghadirkan inspirasi bagi pembacanya.

"Buku bukan hanya sumber pengetahuan, tetapi juga akses untuk menghadirkan inspirasi, motivasi, dan ide-ide baru," ujarnya.

Sementara itu, Chief Retail Officer Lion Parcel Febri Andika menekankan pentingnya pemerataan akses terhadap buku hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

"Kami ingin memastikan akses terhadap buku tidak terbatas oleh jarak dan lokasi suatu kota tertentu," katanya.

Di tengah gaya hidup yang semakin digital, kehadiran jutaan buku di Medan selama musim libur sekolah menjadi pengingat bahwa buku masih memiliki ruang penting dalam membangun imajinasi, kreativitas, dan kebiasaan belajar anak.

Sebab pada akhirnya, menumbuhkan minat baca bukan hanya soal menyediakan buku, melainkan menciptakan pengalaman yang membuat anak ingin terus membuka halaman berikutnya. 

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut