KSAD Jenderal Maruli: Begal Takut karena Ada Tentara, Bukan Ngurus-Ngurusin
JAKARTA, iNewsMedan.id – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa kehadiran prajurit TNI AD di tengah masyarakat harus mampu memberikan rasa aman yang nyata, termasuk memberantas kriminalitas jalanan seperti pembegalan.
Menurut KSAD, alih-alih mencampuri urusan di luar ranah tugasnya, keberadaan tentara di lapangan justru wajib memberikan efek gentar (deterrent effect) bagi para pelaku kejahatan.
"Begal jadi takut karena ada tentara, bukan ngurus-ngurusin (hal lain yang bukan tupoksi)," ujar KSAD dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Lebih lanjut, KSAD menginstruksikan kepada seluruh jajaran komando kewilayahan, mulai dari tingkat Kodam, Korem, Kodim, hingga Babinsa di desa-desa, untuk selalu peka terhadap situasi keamanan di wilayah masing-masing. Kehadiran fisik prajurit di titik-titik rawan diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku kriminal.
KSAD mengingatkan bahwa esensi tertinggi dari kemanunggalan TNI dan rakyat adalah kemampuan prajurit untuk hadir sebagai solusi di saat masyarakat membutuhkan rasa aman. Ketika malam hari atau di lokasi sepi yang rawan aksi pembegalan, patroli dan kesiapsiagaan tentara dinilai sangat efektif membantu menjaga kondusivitas.
Meski meminta prajuritnya aktif menjaga ketenteraman, KSAD juga menggarisbawahi pentingnya profesionalisme. Tentara harus tahu batasan tugasnya dan tetap menghormati instansi penegak hukum lain. Kehadiran TNI di lapangan murni untuk membantu melindungi warga dari ancaman kekerasan, bukan untuk mengintervensi urusan sipil atau birokrasi lain yang tidak relevan.
Pernyataan menohok ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi seluruh prajurit TNI AD agar terus berada di garda terdepan dalam melindungi keselamatan dan memberikan kedamaian bagi masyarakat dari segala bentuk ancaman kriminalitas jalanan.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar