Tujuh Tower Darurat Tiba di Sumut, Pemulihan Listrik Dikebut Lewat Jalur Udara
MEDAN, iNewsMedan.id – Upaya pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara terus dipercepat. Hingga Minggu (7/6), sebanyak tujuh tower darurat tiba di Medan menggunakan pesawat angkut milik TNI Angkatan Udara sebagai bagian dari percepatan perbaikan infrastruktur transmisi yang terdampak cuaca ekstrem.
Kedatangan tower emergency (TE) di Lanud Soewondo menjadi bagian penting dalam upaya mempercepat normalisasi pasokan listrik di sejumlah wilayah yang masih mengalami gangguan. Setelah tiba di Medan, seluruh peralatan langsung dimobilisasi melalui jalur darat menuju titik pekerjaan.
Tujuh tower darurat tersebut terdiri dari dua set yang diterbangkan dari Jakarta, tiga set dari Balikpapan, serta dua set lainnya dari Banjarbaru. Sebagian tower bahkan telah memasuki tahap pembangunan di lokasi terdampak.
Komandan Lanud Soewondo, Marsma TNI Tiopan Hutapea, mengatakan keterlibatan TNI AU dilakukan untuk membantu mempercepat distribusi peralatan strategis yang dibutuhkan dalam proses pemulihan.
“Dukungan ini merupakan wujud komitmen TNI AU untuk membantu penanganan kebutuhan strategis nasional, termasuk percepatan pemulihan infrastruktur kelistrikan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya, Minggu, 7 Juni 2026.
General Manager PLN UID Sumut, Mundhakir, yang turut memantau langsung proses kedatangan tower di Lanud Soewondo, mengatakan seluruh tower darurat kini sudah berada di Sumatera Utara dan segera didorong menuju lokasi pekerjaan.
“Hari ini seluruh tujuh tower emergency telah berada di Sumatera Utara. Tiga tower sebelumnya sudah dalam tahap pembangunan, sementara sisanya segera dimobilisasi ke lokasi pekerjaan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan,” kata Mundhakir.
Menurutnya, percepatan pembangunan tower darurat menjadi salah satu langkah penting untuk mengembalikan keandalan sistem transmisi yang terdampak.
Saat ini, proses pemulihan masih berlangsung dengan sejumlah pekerjaan dilakukan secara bersamaan mulai dari mobilisasi material, pembangunan konstruksi hingga penguatan sistem operasi kelistrikan.
Mundhakir juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang masih mengalami dampak pengaturan beban selama proses pemulihan berlangsung.
“Kami memahami listrik merupakan kebutuhan utama masyarakat. Untuk itu seluruh personel terus bekerja tanpa henti agar sistem kelistrikan dapat segera pulih,” tutupnya
Editor : Ismail