Pentingnya SAK EMKM untuk Literasi Finansial Pelaku Usaha
Mengacu pada kerangka kerja Slippery Slope dari Erich Kirchler, IGA Erna menekankan bahwa kepatuhan pajak dipengaruhi oleh dua pilar utama: Kekuasaan (Power) otoritas dan Kepercayaan (Trust) masyarakat.
"Jika negara memaksakan pembukuan kompleks secara prematur, kita memang meningkatkan power, tetapi berisiko menghancurkan trust. Pelaku UMKM yang merasa terbebani akan cenderung bersembunyi di sektor informal," tambahnya.
Menurutnya, kewajiban pencatatan yang sesuai dengan semangat SAK EMKM merupakan instrumen kalibrasi yang vital untuk membangun kepatuhan sukarela (voluntary compliance). Melalui pencatatan yang tertib, terbentuk persepsi keadilan dan kebiasaan patuh di mana membayar pajak tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan rutinitas bisnis yang normal.
Lebih lanjut, IGA Erna menjelaskan bahwa literasi finansial melalui pencatatan memiliki efek simbiosis mutualisme. Selain untuk pemenuhan kewajiban pajak, pencatatan membantu pelaku usaha memantau kesehatan finansial mereka dan mempermudah akses pembiayaan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Ketika UMKM merasakan manfaat ekonomi dari tertib administrasi, kepercayaan mereka terhadap regulasi negara akan mencapai puncaknya. Inilah esensi dari kepatuhan sukarela yang jauh lebih berharga bagi negara dibandingkan kepatuhan karena paksaan," tutupnya.
Editor : Jafar Sembiring