get app
inews
Aa Text
Read Next : TNI AD Sudah Bangun 36 Sumur Bor dan 7 Pipanisasi Air di Tapteng

Bukan Sekadar Faktor Alam, WALHI Bongkar Penyebab Utama Banjir Bandang di Tapanuli

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:02 WIB
header img
Departemen Komunikasi Strategis dan Jaringan Walhi Nasional, Dana Prima Tarigan. Foto: iNewsMedan.id/Jafar

TAPTENG, iNewsMedan.id - Departemen Komunikasi Strategis dan Jaringan Walhi Nasional, Dana Prima Tarigan memberikan peringatan keras terkait ancaman bencana ekologis yang menghantui wilayah Tapanuli Tengah dan ekosistem Batang Toru. Dalam pemaparannya, Walhi menyoroti ketidakseimbangan tata ruang dan masifnya izin industri di wilayah yang memiliki topografi ekstrem.

Dana mengungkapkan data yang mengkhawatirkan pasca bencana banjir dan longsor tahun 2025 lalu. Tercatat hampir 61.000 hektar lahan terdampak di tiga kabupaten (Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan) dengan korban jiwa mencapai 253 orang. 

"Tidak hanya manusia, spesies langka Orangutan Tapanuli juga ditemukan menjadi korban akibat hanyut terbawa banjir," kata Dana dalam Workshop bertajuk 'Menata Ulang Kabupaten Tapanuli Tengah dan Ekosistem Batang Toru' yang dilaksanakan di GOR Pandan, Tapteng, Selasa (12/5/2026).

Berdasarkan data Citra Satelit KLHK periode 2000-2021, Tapanuli Tengah telah kehilangan tutupan hutan seluas 15.515 hektar. Mayoritas lahan tersebut dikonversi untuk kepentingan Hak Guna Usaha (HGU), pertambangan, dan industri.

Walhi menyoroti fakta bahwa sekitar 34,58% wilayah Tapanuli Tengah memiliki topografi curam hingga sangat curam. Ironisnya, banyak izin konsesi yang dikeluarkan justru berada di wilayah dengan kemiringan ekstrem tersebut.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut