Pasca Bencana Ekologis, Tapteng Gelar Workshop Menata Ulang Demi Hindari Kuburan Massal
"Sumber banjir dan longsor itu ada di hulu. Kalau kita hanya memperbaiki hilir tapi membiarkan hulu rusak, kita tidak akan pernah berdaya menghadapi bencana susulan," tegasnya.
Workshop ini juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Perda Penataan Ruang. Timbul mengingatkan kembali pesan dari Bupati Tapanuli Tengah mengenai risiko mengabaikan aturan pembangunan yakni masih banyak warga yang membangun rumah persis di tepi sungai hingga tiang dapur masuk ke badan air, serta perumahan yang berdiri tepat di bawah lereng gunung.
"Jika proses pembiaran ini terus berlanjut, Tapteng dinilai tengah 'mempersiapkan kuburan massal' bagi warganya sendiri karena cuaca ekstrem yang sulit diprediksi," tegas Timbul.
Kegiatan ini sengaja mengundang para Kepala Desa dan Lurah, terutama yang wilayahnya berada di zona merah rawan bencana. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak lagi membangun di area terlarang.
"Pemerintah melarang membangun di tepi sungai atau gunung bukan karena ingin zalim atau otoriter, tapi semata-mata demi keselamatan jiwa warga. Menata ulang adalah satu-satunya kesempatan kita agar tragedi serupa tidak berulang di masa depan," tutup Timbul.
Editor : Jafar Sembiring