get app
inews
Aa Text
Read Next : Stok Beras Sumut 63 Ribu Ton, DPR RI: Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Minyakita Sulit Dicari di Medan dan Deliserdang, Harga Tembus Rp20.000 Melampaui HET

Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:11 WIB
header img
Minyakita. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNewsMedan.id - Kelangkaan minyak goreng subsidi, Minyakita kian mencekik warga di Sumatera Utara, khususnya di wilayah Kota Medan dan Deliserdang. Tidak hanya sulit dicari, harga di pasar tradisional kini dilaporkan melonjak drastis hingga Rp20.000 per kg, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per kg.

Kondisi ini memicu keresahan luas bagi konsumen rumah tangga dan pedagang kecil yang bergantung pada pasokan minyak murah.

Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh tren kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) internasional yang sempat bertengger di atas $1.175 per ton.

"Kenaikan harga CPO memicu lonjakan harga minyak goreng non-subsidi. Otomatis, masyarakat beralih massal ke Minyakita. Lonjakan permintaan inilah yang tidak dibarengi dengan ketersediaan stok di lapangan," ujar Gunawan, Jumat (8/5/2026).

Gunawan menyoroti adanya disparitas harga yang terlalu lebar antara pasar dan subsidi, yang sangat rawan disusupi oleh spekulan. Ia memaparkan tiga faktor utama penyebab 'hilangnya' Minyakita dari peredaran:

Serapan Bansos Pangan: Program bantuan sosial pemerintah berupa beras dan minyak goreng diduga menyedot stok besar-besaran, sehingga alokasi untuk pasar umum berkurang.

Efektivitas DMO: Muncul tanda tanya terkait kebijakan Domestic Market Obligation (DMO). Gunawan mempertanyakan apakah ada perubahan rasio penetapan DMO yang membuat pasokan ke daerah menjadi fluktuatif.

Kesenjangan Produksi: Kapasitas produksi Minyakita saat ini diduga tidak lagi mampu mengimbangi lonjakan kebutuhan masyarakat yang bermigrasi dari minyak goreng kemasan mahal.

Hingga saat ini, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan harga minyak goreng curah di Medan masih berada di level tinggi, yakni rata-rata Rp20.500 per kg. Angka ini menunjukkan bahwa beban masyarakat terhadap kebutuhan pokok masih sangat berat.

Gunawan menegaskan bahwa pemerintah seharusnya tidak sulit melakukan pemetaan masalah jika memiliki kemauan kuat untuk melakukan pengawasan dari hulu ke hilir.

"Pemerintah dan Bulog harus transparan mengenai alur distribusi. Kita perlu kejelasan apakah distribusi ini melewati Bulog atau bebas, serta apakah ada penyesuaian anggaran pengadaan," tegasnya.

Masyarakat kini menanti langkah nyata dari instansi terkait untuk melakukan intervensi pasar guna menekan harga kembali ke level normal dan menjamin ketersediaan stok sebelum krisis kian berlarut.

Data harga saat ini Minyakita Rp20.000 sementara HET Pemerintah Rp15.700/kg dan minyak goreng curah Rp20.500/kg

Editor : Chris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut