get app
inews
Aa Text
Read Next : Di Tengah Tekanan Global, Kinerja Perbankan Nasional Tetap Tumbuh

Bikin Ngiler Investor, Yield Dividen Bank Ini Tembus Dua Digit

Rabu, 29 April 2026 | 20:36 WIB
header img
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan memutuskan pembagian dividen jumbo Rp44,47 triliun, buyback saham, dan perombakan jajaran pengurus perseroan. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsMedan.id – Emiten perbankan berkapitalisasi besar kembali memanjakan investor setelah memutuskan membagikan dividen tunai senilai Rp44,47 triliun atau 79 persen dari laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (29/4/2026). 

Bank Mandiri menjadi salah satu bank dengan pembagian dividen terbesar di industri perbankan nasional tahun ini. Dengan dividend per share (DPS) Rp476,95, tingkat imbal hasil dividen (dividend yield) saham BMRI mencapai 10,77 persen berdasarkan harga penutupan Rp4.430 per lembar saham. 

Keputusan pembagian dividen jumbo tersebut diambil seiring kinerja keuangan perseroan yang tetap tumbuh. Sepanjang 2025, Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp56,3 triliun. 

Penyaluran kredit naik 13,4 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1.895 triliun, sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 23,9 persen menjadi Rp2.106 triliun. 

Pada kuartal I 2026, tren pertumbuhan masih berlanjut. Perseroan mencatat laba bersih Rp15,4 triliun atau naik 16,6 persen YoY. Kredit bank only tumbuh 17,4 persen menjadi Rp1.530 triliun, melampaui rata-rata industri, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross terjaga di level 0,98 persen. 

Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga mengesahkan aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp1,17 triliun. 

Buyback akan dilakukan hingga 12 bulan ke depan dan saham hasil pembelian akan disimpan sebagai treasury stock sebelum dialihkan melalui program kepemilikan saham. 

Langkah buyback umumnya dibaca pasar sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan, sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar modal. 

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyebut keputusan pembagian dividen dan buyback didasarkan pada fundamental bisnis yang dinilai tetap kuat. 

“Keputusan pemegang saham hari ini mencerminkan kepercayaan atas fundamental yang kami jaga dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” ujar Riduan, Rabu, 29 April 2026.

Dalam RUPST yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus. Muhammad Yusuf Ateh diberhentikan dari posisi komisaris, sementara Timothy Utama kembali diangkat sebagai Direktur Operations. 

Di tengah ketatnya persaingan likuiditas dan tekanan global terhadap sektor keuangan, capaian Bank Mandiri menunjukkan perbankan besar masih mampu menjaga pertumbuhan kredit, kualitas aset, serta profitabilitas. 

Dengan rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) 19,7 persen dan Return on Equity (ROE) 22,1 persen per kuartal I 2026, ruang ekspansi bisnis perseroan dinilai masih terbuka untuk menopang pertumbuhan pada sisa tahun ini.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut