Pasca Tragedi KA Bekasi, AHY Instruksikan Penanganan Korban Secara Maksimal
BEKASI, iNewsMedan.id - Pasca memimpin rapat darurat di Stasiun Bekasi Timur, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bergerak cepat meninjau langsung kondisi para korban kecelakaan kereta api yang sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026).
Menko AHY mengungkapkan bahwa seluruh korban yang berhasil dievakuasi telah didistribusikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Kota serta Kabupaten Bekasi, dengan menjadikan RSUD Kota Bekasi sebagai salah satu pusat rujukan medis utama untuk penanganan darurat.
Dalam tinjauannya, ia memastikan para korban yang menderita berbagai tingkat cedera, mulai dari patah tulang hingga dislokasi, telah mendapatkan tindakan medis yang tepat dan dilakukan secara maksimal oleh tim tenaga kesehatan di lapangan.
“Tadi saya sempat melihat beberapa yang masih berada di ruangan-ruangan, menunggu operasi dan lain sebagainya. Saya juga sempat berdialog dengan pasien. Beragam ada yang mengalami patah atau dislokasi di pundaknya, di kakinya, di tangannya,” tuturnya.
Di hadapan awak media, Menko AHY menyampaikan duka cita mendalam atas insiden yang menelan korban jiwa.
Hingga siang hari, tercatat 15 orang meninggal dunia akibat tabrakan keras yang melibatkan rangkaian kereta.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan penanganan korban dilakukan secara maksimal dan menyeluruh.
“Tentu ini adalah kehilangan besar, duka, cita terdalam. Kita aturkan kepada keluarga korban dan semoga semua husnul khotimah diberikan di sisi terbaik,” ujar AHY.
Proses evakuasi yang berlangsung cepat pada malam kejadian menjadi faktor krusial dalam penyelamatan korban. Sebanyak 163 ambulans dikerahkan secara serentak untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Menko AHY mengapresiasi sinergi seluruh pihak, termasuk Pemerintah Kota Bekasi, tenaga medis, PT KAI, Basarnas, TNI, Polri, serta dukungan Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan.
“Saat ini ingin memastikan bahwa semua korban tentunya bisa menjalani di perawatan medis yang baik dan bisa segera pulih setelah ditangani dan bisa beraktivitas seperti sediakala,” kata Menko AHY.
Selain memastikan penanganan korban, pemerintah juga tengah fokus pada langkah evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa.
Menko AHY menyampaikan bahwa investigasi akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) secara transparan dan komprehensif, mencakup berbagai aspek, termasuk sistem persinyalan dan operasional.
Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan pada titik-titik perlintasan sebidang yang masih memiliki tingkat risiko tinggi.
Menurutnya, solusi jangka panjang seperti pembangunan flyover dan underpass perlu dipercepat, disertai peningkatan sistem pengamanan berbasis teknologi.
“Selebihnya kita ingin memastikan juga hadir solusi infrastruktur, misalnya ketika ada lintasan-lintasan sebidang yang memang sangat padat di sejumlah kota, itu perlu kita bangun flyover atau underpass,” jelasnya.
Menanggapi tingginya jumlah korban perempuan dalam insiden tersebut, Menko AHY menyatakan bahwa hal itu menjadi bagian dari evaluasi, namun menegaskan bahwa keselamatan seluruh penumpang, tanpa terkecuali, harus menjadi fokus utama.
Menko AHY juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan perlintasan kereta, guna mencegah potensi kecelakaan yang dapat berdampak luas, tidak hanya pada keselamatan jiwa tetapi juga aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus mengawal proses penanganan korban, pemulihan layanan, serta tindak lanjut kebijakan strategis demi memastikan sistem transportasi yang lebih aman dan andal di masa depan.
Menko AHY meninjau insiden KA bersama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono; Direktur Sarana Prasarana KAI, Heru Kuswanto; Direktur Portofolio Management KAI, I Gede Darmayusa; Kepala Daerah Operasi 1 KAI, Wahyu Cahyono; Kepala Stasiun Bekasi Timur, Wiseno.
Menko AHY juga didampingi oleh Sekretaris Kemenko Infra Ayodhia GL Kalake, Deputi Bidang koordinasi Konektivitas, Odo R.M Manuhutu; Staf Khusus Menteri, Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra, Irjen Pol Arif Rahman, dan Merry Riana, serta jajaran Tenaga Ahli Menteri.
Editor : Jafar Sembiring