Menaker Salurkan Bantuan Rp32 Miliar di BBPVP Medan untuk Pemulihan Pascabencana
MEDAN, iNewsMedan.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli, menghadiri momen penuh kekeluargaan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan dalam rangka penyaluran tali asih dan bantuan program pemulihan pascabencana. Pertemuan ini menjadi wujud kepedulian negara terhadap para pekerja sekaligus langkah strategis penguatan kompetensi di wilayah Sumatera.
Kementerian Ketenagakerjaan memberikan prioritas kebijakan anggaran untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara dan Aceh. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp32 miliar, yang mencakup bantuan tunai (cash) serta berbagai program pelatihan.
Dalam kesempatan tersebut, tali asih secara khusus diserahkan kepada 28 orang tenaga kerja di lingkungan BBPVP Medan. Menaker Yassierli berharap bantuan ini dapat memotivasi para karyawan untuk terus melangkah maju.
"Kami berharap teman-teman semua sudah bisa move on dan terus bekerja dengan baik," ujar Menaker Yassierli menekankan pentingnya menjaga semangat kerja untuk menjawab tantangan zaman melalui pelatihan vokasi di Medan, Selasa (21/4/2026).
Salah satu poin utama dalam penyaluran ini adalah kolaborasi melalui program 'Kemnaker Peduli'. Program ini mengumpulkan donasi dari berbagai pihak, termasuk lembaga filantropi dan pengusaha.
Kata Menaker, salah satu donatur utama adalah Mitra Produksi Sigaret (MPS) Indonesia yang menyumbangkan dana sebesar Rp750 juta.
"Dana tersebut terkumpul dari sumbangan sukarela sekitar 60.000 pekerja di 47 bangunan MPS dengan nominal berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per orang," ujar Yassierli.
Menaker menegaskan bahwa seluruh dana dikelola secara terbuka melalui rekening kemanusiaan 'Kemnaker Peduli' dan tidak diterima secara pribadi oleh pejabat kementerian.
Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk paket pelatihan kewirausahaan yang dirancang sebagai fase pemulihan (recovery) bagi masyarakat terdampak bencana.
"Kepala Balai Medan dan Balai Aceh akan bersinergi dengan Kepala Dinas di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk mengatur detail teknis pelaksanaan program. Saat ini, sosialisasi regulasi telah dimulai, sementara pelatihan teknis dijadwalkan akan dilaksanakan segera setelah hari raya Idul Fitri," tegas Yassierli.
Melalui kerja sama kemitraan ini, Kemnaker berkomitmen untuk terus memperluas dampak positif bagi produktivitas dan kemandirian ekonomi daerah di wilayah Sumatera Utara dan Aceh.
Editor : Jafar Sembiring