get app
inews
Aa Text
Read Next : Hanya 3 Poin yang Bisa Selamatkan Muka PSMS Medan di Kandang Sendiri!

Unggul Jumlah Pemain tapi Nyaris Kalah, Pelatih PSMS Medan Ungkap Rasa Kecewa Mendalam

Senin, 06 April 2026 | 07:00 WIB
header img
Aksi pemain PSMS Medan saat mencuri satu poin di markas Persikad Depok, Stadion Pakansari, Bogor (5/4/2026). Ayam Kinantan tahan imbang tuan rumah 2-2. Foto: Dok. PSMS Medan

BOGOR, iNewsMedan.id - Laga penuh emosi dan drama tersaji saat PSMS Medan mencuri satu poin penting dari markas Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (5/4/2026) sore. Sempat tertinggal dua gol, Ayam Kinantan bangkit pada menit-menit akhir untuk memaksakan hasil imbang 2-2.

PSMS datang dengan tekanan setelah meraih hasil minor dalam tiga laga terakhir. Namun, harapan untuk bangkit nyaris pupus ketika Persikad tampil efektif sejak awal laga, meskipun PSMS mampu mengimbangi permainan.

Tim tuan rumah membuka keunggulan melalui striker asing mereka, Rosalvo, pada menit ke-30. Situasi semakin menarik ketika bek Persikad, Belhadj Kacem, diusir wasit tak lama kemudian. Unggul jumlah pemain, PSMS justru kesulitan menembus pertahanan rapat lawan.

Di babak kedua, alih-alih menyamakan kedudukan, PSMS kembali kebobolan. Adriano Castanheira sukses menggandakan keunggulan Persikad pada menit ke-76, membuat tim tuan rumah unggul 2-0 meski bermain hanya dengan 10 orang.

Namun, mental juang PSMS akhirnya berbicara. Gol pembuka datang dari Clayton da Silva pada menit ke-86 yang membakar semangat tim tamu. Puncak drama terjadi pada masa injury time. Felippe Cadenazzi mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+2, memastikan skor berubah menjadi 2-2.

Persikad sempat kembali mencetak gol pada menit ke-90+7, namun dianulir oleh wasit sehingga skor tetap imbang hingga peluit akhir dibunyikan.

Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya meski timnya berhasil melakukan comeback.

"Kami sangat kecewa. Bermain dengan 11 lawan 10 seharusnya bisa menang, tetapi pemain sudah berusaha maksimal," ujar Eko usai pertandingan.

Ia menilai timnya kesulitan menghadapi pertahanan dalam (deep) yang diterapkan Persikad meski unggul jumlah pemain.

"Setelah kartu merah, mereka bermain sangat dalam. Kami kesulitan membongkar pertahanan, bahkan sempat lengah dan kebobolan lagi. Namun, setelah menambah pemain depan, alhamdulillah bisa menyamakan skor," tambahnya.

Eko juga menyoroti kelemahan tim saat menyerang yang menyisakan celah di lini pertahanan sehingga mampu dieksploitasi oleh barisan penyerang tim tuan rumah.

"Saat menyerang kami terlalu terburu-buru, bahkan lupa bertahan. Itulah yang membuat kami kebobolan. Secara permainan menyerang sudah bagus, tetapi hasilnya belum maksimal," ujarnya.

PSMS memilih untuk tetap bertahan di Bogor guna melakukan evaluasi menjelang laga berikutnya.

"Kami tidak pulang ke Medan. Kami akan evaluasi di sini. Garudayaksa adalah tim papan atas, tetapi kami tetap berjuang untuk mengambil poin di laga tandang berikutnya," tegas Eko.

Sementara itu, pemain PSMS, Rudiyana, juga mengakui bahwa timnya kurang tenang dalam memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

"Kami kecewa. Mungkin kami terlalu terburu-buru untuk mencetak gol saat unggul jumlah pemain," katanya.

Hasil ini menjadi suntikan moral bagi PSMS Medan menjelang laga berat berikutnya menghadapi Garudayaksa FC di stadion yang sama pada Sabtu (11/4/2026) mendatang.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut