get app
inews
Aa Text
Read Next : Cegah Keracunan, Pemprov Sumut Uji Sampel Makanan MBG di Dua Lab

Berobat ke RS Mahal di Ongkos, Sumut Siapkan Puskesmas Rawat Inap Plus

Jum'at, 13 Maret 2026 | 11:20 WIB
header img
Sekretaris Dinkes Sumut Hamid Rijal Lubis (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan didampingi jajaran Dinkes Sumut terkait rencana pengembangan Puskesmas Rawat Inap Plus di Kantor Dinkes Sumut, Medan, Jumat (13/3/2026). Foto: iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id- Lonjakan pasien di sejumlah rumah sakit di Sumatera Utara mulai memicu kekhawatiran. Tingkat keterisian tempat tidur bahkan dilaporkan telah menembus lebih dari 80 persen. Menghadapi situasi itu, Dinas Kesehatan Sumut mulai menyiapkan skema baru: Puskesmas Rawat Inap Plus.

Konsep ini dirancang untuk memperkuat peran puskesmas agar tidak sekadar menjadi tempat berobat ringan, tetapi juga mampu menampung sebagian pasien yang selama ini langsung menumpuk di rumah sakit.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Hamid Rijal Lubis mengatakan, kondisi geografis di sejumlah wilayah membuat warga kesulitan menjangkau layanan rumah sakit.

“Masih banyak masyarakat yang tinggal di daerah dengan akses sulit. Untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan mereka harus menempuh perjalanan yang tidak mudah,” kata Hamid dalam konferensi pers, Jumat (13/3/2026).

Persoalan jarak itu, kata dia, sering berujung pada dua hal: pasien menunda pengobatan atau rumah sakit di kota menjadi penuh karena semua rujukan mengalir ke sana.

Dinkes Sumut mencatat, di beberapa rumah sakit tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) sudah melampaui 80 persen. Kondisi itu dinilai tidak sehat bagi sistem pelayanan kesehatan.

“Karena itu puskesmas harus diperkuat agar bisa membantu mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit,” ujarnya.

Masalah lain yang kerap luput dari perhatian adalah biaya tidak langsung yang harus ditanggung pasien. Meski pengobatan bisa ditanggung program jaminan kesehatan, pasien tetap harus mengeluarkan biaya transportasi, makan, hingga kebutuhan keluarga yang ikut mendampingi di rumah sakit.

“Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya tidak melanjutkan pengobatan ke rumah sakit karena biaya transportasi dan kebutuhan lain. Ini realita di lapangan,” kata Hamid.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sumut dr. Silvi Agustina Hasibuan menambahkan, beban ekonomi keluarga sering menjadi pertimbangan saat pasien dirujuk ke rumah sakit.

“Obat mungkin ditanggung, tapi keluarga tetap harus memikirkan biaya makan, transportasi, apalagi kalau harus menunggu lama di rumah sakit. Itu yang sering memberatkan,” ujarnya.

Melalui konsep Puskesmas Rawat Inap Plus, fasilitas kesehatan tingkat pertama itu akan diperkuat dengan layanan tambahan. Selain tetap fokus pada upaya promotif dan preventif, puskesmas juga akan memiliki maksimal 10 tempat tidur rawat inap serta menghadirkan dokter spesialis secara berkala.

Penempatan spesialis akan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah.

“Misalnya jika angka kematian ibu dan bayi tinggi, maka dokter spesialis kandungan akan dijadwalkan praktik di puskesmas tersebut,” jelas Hamid.

Selain itu, layanan juga akan diperkuat dengan telemedicine dan telekonsultasi agar tenaga medis di puskesmas bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa harus selalu merujuk pasien ke rumah sakit.

Untuk tahap awal, Dinkes Sumut memetakan 52 puskesmas yang akan dikembangkan menjadi Puskesmas Rawat Inap Plus. Wilayah kepulauan seperti Nias masuk dalam daftar prioritas.

Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Riswandi Koto mengatakan, pengembangan ditargetkan mulai berjalan tahun depan.

“Data masih terus bergerak karena pemetaan kebutuhan daerah masih berlangsung. Tapi rencananya mulai kita jalankan tahun depan,” katanya.

Jika skema ini berjalan efektif, pemerintah berharap puskesmas tidak lagi hanya menjadi pintu masuk layanan kesehatan, tetapi juga penyangga utama yang menahan arus pasien sebelum menumpuk di rumah sakit.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut