get app
inews
Aa Text
Read Next : Humbahas Masih Berduka, Oknum Polisi Malah Diduga 'Babat' Hutan Lindung 

Oknum Polisi Tikam Adik Ipar 8 Kali, Penyidik Cium Motif Dugaan Masalah Keluarga

Minggu, 08 Maret 2026 | 07:00 WIB
header img
Ilustrasi. Foto: Istimewa/AI

SORONG, iNewsMedan.id - Publik di Kota Sorong, Papua Barat Daya, dikejutkan oleh insiden penikaman yang melibatkan seorang oknum anggota Polri. Bripda MIM, oknum polisi tersebut, diduga kuat telah menganiaya adik iparnya yang berinisial AL (24) hingga korban menderita delapan luka tusuk.

Tragedi berdarah ini terjadi di Kompleks Perumahan A5 Jaya Permai, Kelurahan Klamana, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIT.

Warga menemukan korban dalam kondisi bersimbah darah sebelum akhirnya segera dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan medis akibat serangan brutal tersebut.

Lanuhu Buton, ayah korban, mengungkapkan bahwa pelaku sempat mendatangi kediaman mereka sebelum peristiwa penikaman berlangsung. Informasi ini diperoleh berdasarkan kesaksian warga serta bukti rekaman CCTV milik tetangga di sekitar lokasi.

"Merujuk pada keterangan saksi dan pengecekan rekaman CCTV tetangga, pelaku terpantau mendatangi rumah korban," jelas Lanuhu sebagaimana dikutip dari iNews Sorong Raya, Sabtu (7/3/2026).

Seorang saksi mata yang bermukim tepat di depan rumah korban menceritakan bahwa awalnya ia berada di dalam rumah, namun tiba-tiba mendengar jeritan minta tolong dari arah rumah korban.

Mendengar teriakan itu, saksi langsung keluar dan memanggil warga lainnya. Saat masyarakat tiba di lokasi, AL ditemukan sudah berlumuran darah namun masih dalam keadaan sadar.

"Korban sempat meminta agar secepatnya dibawa ke rumah sakit," tambahnya.

Menggunakan mobil milik salah satu tetangga, korban kemudian dievakuasi ke RS Sele Be Solu untuk menjalani perawatan intensif.

Kombes Pol. Junov Siregar, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat Daya, memaparkan bahwa korban mengalami delapan luka tusukan di berbagai bagian tubuhnya.

"Terdapat delapan luka tusuk, di antaranya pada dada kiri, dua luka di lengan kiri, serta dua luka di lengan kanan," terang Kombes Junov.

Selain itu, ditemukan pula satu luka tusukan di perut kanan bawah, satu di betis kanan, dan satu lagi di bagian paha kanan belakang.

Pihak kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Meski demikian, senjata tajam yang digunakan oleh pelaku hingga kini masih dalam proses pencarian.

"Alat bukti utama berupa pisau belum ditemukan. Tim masih melakukan pencarian hingga malam ini karena benda tersebut dibuang oleh pelaku," ungkapnya.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, pelaku merupakan personel aktif Polri yang bertugas di Yanma Polda Papua Barat Daya. Aksi penikaman ini diduga kuat dipicu oleh persoalan internal keluarga.

"Dugaan awal menunjukkan adanya dendam pribadi pelaku terhadap orang tua korban. Namun, saat kejadian, orang tua korban sedang tidak berada di rumah," kata Kombes Junov.

Di samping itu, penyidik juga tengah mendalami kemungkinan konflik rumah tangga antara pelaku dengan istrinya, yang merupakan kakak kandung korban.

"Ada informasi mengenai ketersinggungan akibat ucapan terkait pisah ranjang, namun hal itu masih kami selidiki lebih lanjut. Motif sementara murni karena masalah keluarga," tuturnya.

Penyelidikan saat ini juga diarahkan pada dugaan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang sebelumnya disinyalir dilakukan pelaku terhadap istrinya.

Kini, pelaku telah diringkus dan tengah menjalani pemeriksaan mendalam oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat Daya. Sementara itu, korban masih berjuang pulih di rumah sakit akibat luka-luka serius yang dideritanya.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut