Semarak Stosa Cultural Festival 2026: Merajut Harmoni dalam Keberagaman Budaya
MEDAN, iNewsMedan.id - SMA Santo Thomas 1 Medan sukses menggelar ajang kreativitas akbar, Stosa Cultural Festival (SCF) 2026, yang berlangsung di Medan International Convention Center (MICC), Sabtu (28/2/2026). Dengan mengusung tema puitis “Di bawah Langit, Kita Berpadu”, festival ini menjadi panggung besar bagi siswa untuk merayakan seni, budaya, sekaligus kolaborasi lintas generasi.
Perhelatan yang diadakan setiap 3–4 tahun sekali ini dihadiri oleh sekitar 1.800 peserta, mulai dari siswa, guru, hingga orang tua. Acara ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui kehadiran perwakilan Dinas Pendidikan, D. Nainggolan, serta Ketua Yayasan Pendidikan Katolik (YPK) Don Bosco KAM, Yosep Yuki Hartandi.
Ketua YPK Don Bosco KAM, Yosep Yuki Hartandi, menyampaikan bahwa SCF 2026 bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata komitmen sekolah dalam memfasilitasi potensi non-akademik siswa.
“Kami meyakini pendidikan berkualitas harus menyeimbangkan aspek akademik dengan pengembangan karakter serta kemampuan kolaborasi melalui seni dan budaya agar siswa siap menghadapi tantangan zaman,” tegas Yosep.
Senada dengan hal tersebut, Kepala SMA Santo Thomas 1 Medan, Sariman Gultom, menekankan bahwa festival ini adalah bagian integral dari proses pembelajaran. Melalui persiapan hingga pementasan, siswa belajar mengasah kepercayaan diri dan kepemimpinan.
“SCF 2026 menjadi ruang nyata bagi siswa untuk bertumbuh. Kami percaya pendidikan juga mencakup pembentukan karakter dan semangat kolaborasi agar mereka siap berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Sariman.
Sorotan utama pada malam tersebut adalah pertunjukan drama teater yang mengangkat kisah Sondang, seorang boru ni raja dalam budaya Batak. Narasi drama ini menggambarkan perjuangan Sondang dalam mengejar impian di tengah dinamika tiga dimensi kehidupan: budaya Batak, budaya Jawa, dan realitas kehidupan modern.
Selain drama inti, panggung SCF 2026 juga dimeriahkan oleh berbagai aksi kreatif dari ekstrakurikuler sekolah, antara lain:
- Seni Musik: Kolaborasi harmonis instrumen modern dan tradisional.
- Seni Tari: Penampilan tari kreasi yang memukau mata.
- Pertunjukan Seni: Aksi panggung yang menunjukkan bakat lintas disiplin siswa.
Melalui SCF 2026, SMA Santo Thomas 1 Medan kembali mempertegas posisinya sebagai institusi yang tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga konsisten merawat ekosistem seni dan menghargai keberagaman budaya di Kota Medan.
Editor : Jafar Sembiring