Sudah Lulus Koas, Kini Tak Bisa Ikut Ujian? 196 Alumni Kedokteran UISU Datangi Kampus
Ia menegaskan tidak ada ketentuan tertulis yang melarang retaker dengan masa studi di atas lima tahun untuk mendaftar. Karena itu, ia mempertanyakan alasan kampus tidak mengirimkan nama mereka.
“Kenapa kampus UISU tidak berani mendaftarkan? Ada apa?,” katanya, disambut gumaman peserta lain di dalam aula.
Beberapa alumni tampak menyeka air mata ketika Mika menyebut ancaman DO bagi 196 orang. Mereka menilai keputusan itu tidak adil, mengingat kebutuhan dokter di Indonesia masih tinggi.
“196 dokter di Fakultas Kedokteran UISU, terancam DO. Sementara kita tahu Bapak Presiden selalu menggaung-gaungkan, kita butuh dokter,” ucapnya.
Alumni lainnya, Ika Puspita Daulay, mengaku telah mengikuti ujian kompetensi hingga 22 kali sejak lulus koas pada 2015. Ia menyebut sudah lulus OSCE, namun berulang kali gagal di CBT.
“Saya cuma terhambat di CBT,” katanya.
Ia menegaskan para retaker telah menyelesaikan pendidikan lima tahun sesuai ketentuan. “Kami 5 tahun semua, hanya terhambat di uji kompetensi,” ujarnya.
Suasana kembali memanas ketika alumni lain membandingkan dengan kampus lain yang tetap mendaftarkan retaker mereka. Beberapa peserta meminta kampus menunjukkan itikad baik dengan tetap mengirimkan data, meski nantinya keputusan ada di pusat.
Editor : Ismail